bikintau Headline Animator

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 

CR7 Tertarik akan Islam dan Sudah Hafal Surat Al Fatehah


Meski beragama Katolik yang taat, Cristiano Ronaldo punya perhatian terhadap umat Islam dan menyukai ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Sekedar diketahui, Cristiano Ronaldo lahir di Funchal, Madeira, Portugal, 5 Februari 1985 silam. Ia merupakan seorang pemain sepak bola Portugal.

 

Ronaldo dapat berposisi sebagai pemain sayap kiri atau kanan serta penyerang tengah. Kini Ronaldo bermain untuk club Spanyol, Real Madrid dan untuk tim nasional Portugal. Sebelum bermain untuk Real Madrid, ia pernah bermain di Sporting Lisbon dan Manchester United (MU). Pemain yang kerap bernomor punggung 7 di lapangan hijau ini juga akrab dengan sebutan CR7, gabungan dari inisial namanya dengan nomer punggungnya.

Beberapa waktu yang lalu, media terbesar dan terpercaya Spanyol ‘Marca’ memberitakan jika rekan Ronaldo satu timnya, Mesut Ozil, pemain muslim asal jerman yang berdarah turki ini, memberi kesaksian, Jika Cristiano Ronaldo sudah hapal huruf hijaiyah, dan juga sudah hapal surat favoritnya, yaitu surat Al- Fatihah.

Ronaldo membenarkan kesaksian dari Ozil, “Banyak yang tidak percaya kalau saya mengagumi Al-Quran, tapi memang begitulah kenyataannya, setiap Ozil membaca Al-Quran, saya senantiasa merasa damai, dan hati saya pun menjadi sejuk,” kata Ronaldo kepada Media Spanyol.

 

Mesut OziL juga membenarkan perkataan Ronaldo, “Cristiano Ronaldo selalu menunggu saya selesai Sholat di rest room, saya tahu dia ingin mendengar saya mengaji,” timpal Ozil.

Cristiano Ronaldo, kembali berkata, “Saya sudah hafal Al-Fatihah, mungkin nanti saya akan minta diajarkan berwudhu, saya sangat senang,” kata Ronaldo.

Bahkan, CR7 sangat senang mendengarkan Ozil membaca Al-Quran sebelum bertanding dan merasa yakin Real Madrid menang di pertandingan, jika sebelum pertandingan, Ozil membaca Al-Quran.

Berikut beberapa catatan, mengenai sikap CR7 terhadap kondisi umat Islam :

 

  1. Cristiano Ronaldo merupakan simpatisan Palestina, hal ini dibuktikannya dengan melelang sepatu emasnya untuk disumbangkan ke anak-anak Palestina. Cristiano Ronaldo, bintang ‘Seleccao’ yang dilabeli media barat memiliki sifat sombong tersebut ternyata mempunyai hati sensitif. Hal itu dilakukan pemain berjuluk CR7 itu untuk membantu anak-anak Palestina. Laman Qodsna pada akhir tahun lalu mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga 1,4 juta Euro (atau Rp 16,77 Miliar). Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza.
  2. Pada pertandingan Pra Piala Dunia, antara timnas Portugal vs ‘Zionis’ Israel, setelah pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 3-3, CR7 menolak bertukar jersey dengan pemain Israel, meski sudah banyak yang mengajaknya.
  3. Tidak mau menyebut negara Israel. Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab, “Saya berada di bumi Palestina.” Padahal diketahui, Portugal bertanding melawan Israel, di kandang Israel, pada Jumat (22/03) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F.
  4. Ronaldo kembali menyumbangkan uang senilai 100 ribu Euro ( atau Rp1,39 Miliar) kepada korban perang Afghanistan pada Rabu (13/­2). Seperti dikutip Reuters, Ronaldo menyumbangkan uang sebesar itu dengan mengatasnamakan UEFA dan diserahkan melalui International Commitee of the Red Cross (ICRC). Uang itu nantinya akan digunakan untuk membantu merehabilitasi warga Afghanistan yang kehilangan tubuh, karena terkena ledakan ranjau darat di negeri yang kerap terjadi peperangan tersebut.


 

Semoga saja Ronaldo meraih hidayah Allah untuk memilih dan menyatakan Islam sebagai dien nya dalam waktu dekat …Aamiin

Sumber
Read More..

Ilmuwan Temukan "Gerbang Neraka"

 
Rekonstruksi digital Gerbang Neraka

Arkeolog Italia menemukan "Gerbang Neraka" di daerah di Turki bernama Pamukkale. Gerbang Neraka ini diduga digunakan oleh masyarakat Yunani dan Romawi sebagai tempat menggelar ritual persembahan kepada dewa tanah.

Pengertian Gerbang Neraka pastinya bukan gerbang menuju neraka. Gerbang ini sejatinya merupakan goa, kadang juga disebut "Gerbang Pluto". Goa ini merupakan bagian dari mitologi Yunani dan Romawi Kuno.

Gerbang Neraka ditemukan oleh Francesco D'Andria, profesor arkeologi klasik dari University of Salento, Italia. Goa itu disebut Gerbang Neraka karena adanya gas beracun yang keluar darinya, mengakibatkan kematian pada hewan yang terjebak.

Sifat racun gas yang keluar dari goa itu pernah dicatat oleh ahli geografi Yunani Kuno, Strabo (64 SM - 24 M). "Goa ini penuh uap air dan pekat sehingga setiap orang akan sangat sulit melihat permukaan goa. Tiap hewan yang masuk ke dalamnya akan mati secara cepat," tulis Strabo.

"Saya melempar seekor burung gereja ke dalam goa tersebut, dan dalam waktu singkat burung itu kehabisan napas dan mati," tulis Strabo mendeskripsikan bagaimana ia membuktikan sifat racun gas dari Gerbang Neraka.

D'Andria sendiri membuktikan sifat racun gerbang itu saat ekskavasi. Banyak burung mati saat mereka bergerak mendekati goa. Mereka terbunuh oleh gas karbon dioksida konsentrasi tinggi dalam goa itu.

Alkisah, hanya para kasim Cybele, dewi kesuburan kuno, yang dapat memasuki gerbang itu. Para kasim itu menahan napas sebisa mungkin sehingga tak menghirup gas racun dari Gerbang Neraka.

D'Andria menemukan Gerbang Neraka setelah menjalankan penelitian arkeologi intensif di Kawasan Cagar Budaya Hierapolis. Didirikan pada tahun 190 SM oleh Eumenes II, Raja Pergamum, Hierapolis diserahkan pada Roma tahun 130 SM.

Kawasan Cagar Budaya Hierapolis terletak di kota Phrygia, berdekatan dengan Anatolia. Kompleks tersebut memiliki banyak kuil, panggung, serta permandian air panas yang dianggap sakral, yang dipercaya memiliki daya penyembuhan penyakit.

Seperti dikutip Discovery, Jumat (29/3/2013), D'Andria mengatakan, "Kami menemukan Plutonium (gerbang) dengan merekonstruksi rute dari mata air panas. Ya, pemandian air panas Pamukkale yang menghasilkan white travertine terrace bersumber dari goa ini."

Bersama dengan penemuan ini, D'Andria juga menemukan reruntuhan yang mungkin terjadi akibat gempa. Ada pula penyangga semikolom Ionic, tempat pijakan di atas goa, serta prasasti tanda pemujaan dewa bawah tanah, Pluto dan Kore. Temuan sesuai gambaran lokasi dalam berbagi dokumen.

Gerbang Neraka merupakan tempat menggelar ritual. Ritual mencakup prosesi menggiring hewan mendekati gerbang dan menariknya hingga masuk ke dalamnya dan mati. Ritual ini bisa disaksikan publik masa lalu.

"Orang-orang bisa melihat ritual sakral itu dari anak tangga, tetapi mereka tak dapat mendekat ke area di dekat mulut goa. Hanya para pemuka agama yang dapat berdiri di depan portal," ungkap D'Andria.


Read More..

Manfaat Kesehatan dari Sholat

 

Ketika berbicara manfaat kesehatan yang didapat dari shalat maka sudah selayaknya menelisik kembali hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Abu Hurairah R.A,

رَأَنِي رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَناَ ناَئِمٌ أَتَلَوَّى مِنْ وَجْعِ بَطْنِي، فَقَالَ : أَشْكَمْ دَرْدَ؟ قُلْتُ نَعَمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ الصَّلاَةَ شِفَاءٌ.
“Rasulullah SAW melihatku sedangkan aku tidur melingkar karena sakit perut, lalu beliau berkata, asykam darda? Aku menjawab, betul wahai Rasulullah SAW. Beliau berkata, bangunlah lalu shalat karena shalat adalah obat.”

Para ulama berpendapat setidaknya ada dua faedah dari hadits riwayat Ibnu Majah dimana Abu hurairah  mengatakan, Rasulullah SAW melihatku sedangkan aku tidur melingkar karena sakit perut, lalu beliau berkata, asykam darda? Aku menjawab, betul wahai Rasulullah SAW. Beliau berkata, bangunlah lalu shalat karena shalat adalah obat.”

Pertama adalah bahwasannya Nabi SAW pernah berbicara bahasa Persia. Kedua, bahwa shalat mengobati sakit hati (liver) dan lambung serta usus.

Dalam kajian sholat sebagai obat bagi perut yang sakit, para ulama mengungkapkan setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, urusan ilahi yang merupakan ibadah, kedua urusan jiwa, itu karena jiwa yang merasa sakit terhibur dengan shalat dan berkurang merasakannya lalu munculah kekuatan yang mengalahkan rasa sakit.  

Perlu diketahui bahwasannya para tabib yang mahir zaman dahulu melakukan segala usaha untuk memperkuat kekuatan. Terkadang menguatkannya dengan makanan, terkadang dengan harapan, terkadang dengan rasa takut, sedangkan sholat menghimpun lebih banyak dari itu, karena di dalamnya menimbulkan kepada seorang hamba rasa takut, khawatir, harapan, rasa malu, cinta dan ingat akhirat yang dapat menguatkan staminanya dan melegakan dadanya, lalu dengan itu menjadi tertolaklah penyakitnya.

Contoh kasus lain mengenai manfaat kejiwaan yang dapat menembus pada aspek kerja sistem organ tubuh adalah hadits yang diriwayatkan dari sebagian anak Ali  R.A bahwa beliau pernah mempunyai luka yang mereka tidak bisa mengatasinya, lalu keluarganya menangguhkannya sampai masuk shalat kemudian mereka bisa melakukannya tetapi tidak menyusahkannya karena ia tenggelam (asyik) dalam shalat.

Menurut Imam Adz Dzahabi dalam shalat ada perkara yang alami yaitu olah raga jiwa dan olah raga tubuh, karena shalat menghimpun antara berdiri, ruku, sujud, ketundukan, perkumpulan, ikhlas, ibadah, merendahkan diri, menghinakan diri dan lain sebagainya yang bersamanya menjadi bergerak sendi-sendi badan dan kebanyakan organ tubuh menjadi lunak, terutama perut dan usus serta bantuannya yang paling kuat dalam mendorong air seni juga tinja dan menurunkan makanan dari lambung.

Lalu sampai di sini, apakah masih ada manfaat lain dari sholat yang berfungsi sebagai obat?

Lebih jauh Al-Muwafaq Abdul Latif Al Baghdadi berkata dalam kitab Al-Arba’in, “aku sungguh telah melihat sekumpulan mereka yang mempunyai waktu luang dan kemewahan yang terjaga kesehatannya lalu mencari sebab itu maka aku mendapati mereka banyak shalat dan tahajud.”

Al Baghdadi juga menandaskan alangkah bermanfaatnya sujud untuk penderita kondisi lemah fisik dan flu, alangkah kuatnya bantuan sujud untuk membuka sumbatan hidung, alangkah kuatnya bantuan sujud membusukan (mematangkan) air seni dan tinja dan menurunkan makanan dari lambung dan usus, dan menggerakkan kotoran yang tertahan di dalamnya serta mengeluarkannya, karena di sisinya kantong makanan terperas oleh karena didesaknya, dan satu sama lainya berjatuhan.

Sementara Imam Adz Dzahabi menyatakan bahwa kebanyakan yang dapat digembirakan oleh shalat itu adalah jiwa dan shalat dapat menghilangkan kesedihan, shalat juga dapat memadamkan api amarah, menyebabkan cinta kepada kebenaran dan sikap merendah kepada sesama manusia, menghaluskan hati, menganjurkan memberi maaf dan membuat benci terhadap buruknya sifat dendam.

Uniknya lagi Imam Adz Dzahabi juga menyatakan bahwa banyak hal yang dapat muncul dalam shalat, yaitu berupa pikiran dan pengaturan yang tepat, jawaban yang benar, membuat hamba ingat apa yang telah lupa lalu ia berfikir tentang sumber-sumber perkara, dan jalan-jalannya dan kemaslahatan dunia dan akhirat.
Beliau hafizhullah juga berpendapat sholat dapat menjadi sarana mengintropeksi diri, terutama jika lama berdirinya, itu dilakukan pada waktu malam ketika mata-mata terpejam,  suara-suara menjadi sunyi, ketika kekuatan alam bawah berkurang dan bersembunyi kesombongannya, ketika menyebarnya kekuatan alam ruhani dan terbentang tutupnya.

Sementara Ibnu Qoyyim Rahimahullah mengutip dalam Al-Musnad bahwa Nabi SAW apabila bersedih karena suatu perkara, beliau melakukan sholat. Karena Allah Berfirman, “… ambillah pertolongan dari kesabaran dan shalat…”

Telah lewat juga sabda Nabi SAW:.
Lelehkanlah makanan kalian dengan dzikir dan mengucapkanya.

Ini juga ditafsirkan oleh Imam Adz Dzahabi sebagai salah satu sebab disunnahkannya shalat tarawih, di dalam shalat terdapat kebaikan dunia dan akhirat dengan turunnya kekuatan berupa terbukanya yang menjadikan dan yang menciptakanya, maka pada saat itu tertolaklah penyakit-penyakit badan yang ia derita dan tersingkaplah baginya akhlak jiwa yang rendah maka ia terus berjalan untuk menyempurnakan dan menyusunnya.

Menurut Ibnu Qoyyim shalat membawa rezeki, menjaga kesehatan, mengusir gangguan, menolak penyakit, memperkuat hati, memutihkan wajah, menyenangkan jiwa, menghilangkan kemalasan, memotivasi organ tubuh, meningkatkan stamina, melapangkan dada, menyuntik gizi pada rohani, menyinari jiwa, memelihara kenikmatan, menghilangkan bencana, membawa berkah, menjauhkan pelakunya dari setan dan mendekatkannya kepada Allah Ar-Rahman.
 
Oleh karenanya beliau Rahimahullah menyimpulkan bahwa shalat memiliki pengaruh yang ajaib sekali dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani serta mempertahankan stamina dan mengusir segala bentuk unsur yang membahayakannya. Apabila ada dua orang yang sama-sama terkena musibah atau terserang penyakit, bala dan cobaan, pasti yang melakukan shalat di antara keduanya akan merasa lebih ringan, dan akibat yang dia rasakan juga lebih aman. Wallahu A’lam.
 
 
Read More..

Pasukan Elit Pereda Demam

 

Subhanallah, manusia benar-benar makhluk yang sempurna sebagaimana pernyataan Allah Ta’ala dalam Surat At-Tin Ayat 4 : “Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk.” Kesempurnaan ini antara lain ditandai dengan penciptaan makhluk kecil dalam tubuh yang berperan aktif menjaga daya tahan tubuh dari pengaruh demam. Makhluk ini bernama hormon kartisol.

Hormon kortisol adalah jenis hormon steroid yang dihasilkan di korteks adrenal  yang terletak di atas ginjal. Setiap hari dihasilkan 40-80 µmol hormon kortisol, hormon ini kemudian menyebar dalam plasma dengan tiga cara, yaitu berupa kortisol bebas, kortisol terikat protein dan kortisol metabolit. Hormon kortisol bekerja dalam tubuh manusia melawan rasa sakit, luka, infeksi, kepanasan, kedinginan, alergi, kekurangan oksigen, lapar, dan faktor-faktor yang meningkatkan suhu tubuh.

Pekerjaan hormon kortisol yang multifungsi adalah suatu proses keajaiban yang menakjubkan, di mana kortisol akan bekerja pada sel-sel tertentu seperti sel yang memiliki gembok dan anak kunci tertentu. Ini terjadi dengan melekat ke reseptor di membran sel, atau langsung masuk ke dalam sel dan mengaktifkan sebuah mekanisme di situ. Namun, dengan kedua cara itu molekul hormon harus dirancang khusus untuk sel tempatnya bekerja. Jika ada sedikit ketidakcocokan dalam susunan molekul hormon dan reseptor, sel tak akan dapat dipengaruhi.

Saat tubuh mengalami  demam tinggi hormon kortisol akan beraksi menekan demam. Demam dikarenakan kenaikan suhu disebabkan oleh “pusat suhu” di dalam otak, yang diaktifkan oleh zat bernama IL-1 (interleukin). Saat seseorang dalam bahaya kematian karena tingginya suhu tubuh, kortisol menurunkan suhu dengan menghambat produksi IL-1 yang mengaktifkan pusat suhu. Maka, dengan demikian hormon kortisol adalah obat yang secara alami dihasikan oleh tubuh untuk meredakan demam tinggi yang membahayakan tubuh.

Pekerjaan-pekerjaan kompleks kortisol adalah suatu perencanaan yang matang dan tanpa cacat, di mana pada suatu waktu kortisol akan bekerja menekan sistem immunitas dan menurunkan migrasi sel darah putih ke dalam zona peradangan serta melakukan fagositosis sel yang rusak. Kortisol juga menghambat terjadinya reaksi peradangan akibat alergi. Saat kortisol meredakan demam dan menekan sistem kerja sistem immunitas maka ada celah di mana pertahanan tubuh dalam bahaya.

Pada posisi seorang yang terkena infeksi karena luka dan terjadi perlawanan oleh sistem immunitas, maka akan terjadi reaksi peradangan yang salah satunya akan terjadi demam,  sistem immun akan bekerja keras  menekan peradangan dengan ditandai  hadirnya demam. Namun berkurangnya pasukan immunitas tersebut akan menyebabkan kurangnya perlindungan dan tubuh dalam ancaman bahaya. Sekali lagi hormon kortisol bekerja sebagai sel yang cerdas.

Kortisol akan menggerakkan asam amino agar bekerja jika ada luka. Pada saat luka terjadi, asam-asam amino ini adalah bahan dasar yang akan digunakan dalam pemulihan jaringan. Kortisol juga bekerja untuk mengurangi rasa sakit. Ketika jaringan dipulihkan maka akan meminimalisir zona terbuka bagi tubuh yang dapat diserang mikroorganisme parasit.

Demikianlah hormon kortisol bekerja dengan kaffah, sehingga ia dapat bekerja sebagai pasukan yang dapat menekan demam dengan kerja yang kompleks dan terorganisir dalam berbagai situasi. Pekerjaan ini semua adalah sebuah kebaikan yang Allah berikan kepada manusia yang lemah agar manusia dapat keluar dari masalah kehidupan yang mengancam nyawanya.

“… Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka, apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya).” (QS Al-Anam, 6: 80).
 
 
Read More..

Analisis Tinta Ungkap Keaslian Injil Yudas

 
Fragmen Injil Yudas

Injil Yudas yang kontroversial terus mengundang tanya. Salah satu yang dipertanyakan ialah kebenaran dokumen itu sebagai naskah kuno. Jangan-jangan naskah tersebut sebenarnya tulisan baru yang dibuat seolah-olah tua.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Joseph Barabe dari McCrone Associate di Illinois baru-baru ini berhasil mengungkap keaslian Injil Yudas sebagai naskah kuno. Mereka melakukannya dengan studi tinta pada teks Injil Yudas.

Diberitakan Livescience, Senin (8/4/2013), Barabe menemukan bahwa tinta yang digunakan menulis terdiri dari dua macam, yaitu warna hitam dan coklat yang dicampur. Pencampuran dua macam tinta ini biasa dilakukan di masa lalu.

Untuk tinta hitam, jenis tinta yang digunakan dalam Injil Yudas adalah disebut lamp back. Jenis tinta ini sama dengan jenis tinta yang digunakan pada teks peradaban kuno hingga abad ketiga Masehi.

Namun, untuk jenis tinta coklat, Barabe menemui kejanggalan. Tinta coklat merupakan tinta yang kaya besi, disebut irol gall, tetapi miskin belerang. Biasanya, tinta coklat tersebut juga kaya akan sulfur.

Barabe menemukan tantangan untuk mencari apakah tinta coklat sejenis juga digunakan pada dokumen kuno lain. Ia kemudian mempelajari surat pernikahan serta surat tanah yang diterbitkan pada masa Mesir, yang didapatkan dari Museum Louvre.

Hasil studi menunjukkan bahwa surat pernikahan dan surat tanah pada masa lalu pun menggunakan tinta iron gall. Dengan demikian, Barabe yakin Injil Yudas memang merupakan naskah kuno, yang berasal dari tahun 280 Masehi.

Studi tinta memang menjadi keahlian Barabe. Lewat studi tinta, Barabe memutuskan apakah teks atau lukisan yang diklaim kuno memang benar-benar kuno. Sebelumnya, mereka berhasil mengungkap bahwa naskah "Archaic Mark" yang diklaim kuno ternyata palsu.

Hasil studi tentang Injil Yudas ini dipaparkan dalam American Chemical Society in New Orleans pada Senin lalu. Injil Yudas sendiri merupakan naskah kontroversial yang memotret Yudas Iskariot bukan sebagai pengkhianat, melainkan teman dekat Yesus yang mengetahui rencana Tuhan kepada Yesus.

Injil Yudas mengungkap alasan di balik ciuman yang dilakukannya sebelum Yesus diadili dan disalib. Jika Injil lain (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) menyatakan bahwa Yudas berkhianat untuk 30 keping perak, Injil Yudas mengungkap bahwa Yudas melakukannya atas perintah Yesus, membebaskan roh Yesus dari raga-Nya.

Read More..

Kulkas Super Besar dari Zaman Kuno – Yakhchal

 

Ketika menggambarkan cara penyajian sakanjabin, Ibnu Sina mengatakan terkadang sirup itu didinginkan dengan es. Ar Razi juga menyatakan hal senada, bahwasanya sakanjabin yang didinginkan dengan es bisa berguna untuk memadamkan panas empedu kuning. Pertanyaannya adalah, pada waktu itu dan di daerah Timur Tengah yang panas lagi tandus seperti tempat mereka tinggal dari mana es bisa didapatkan?

Sebagaimana diketahui, Ibnu Sina dilahirkan di Afsyahnah yang saat ini menjadi bagian Negara Uzbekistan. Sedangkan Ar Razi dilahirkan di Teheran yang saat ini masuk ke dalam Negara Iran. Baik Ibnu Sina maupun Ar Razi lahir di wilayah yang sebelumnya ada di bawah kekuasaan Imperium Persia dan mereka merasakan bagaimana tersohornya Baghdad sebagai kota metropolitan yang kemajuannya diestafetkan dari peninggalan dinasti Persia.

Salah satu peninggalan yang menggambarkan kemegahan Imperium Persia adalah yakhchāl, yaitu semacam kulkas penyimpan es berukuran raksaksa. Bangunan yakhchāl masih bisa ditemui seperti yang terdapat di daerah Keman, sekitar setengah kilometer dari Ibukota Iran, walau kini sudah tak dipergunakan lagi.


Yakhchāl (یخچال) asal katanya yakh yang berarti es dan chāl yang berarti lubang. Yakhchāl pertama kali dibuat sekitar tahun 400 SM oleh insinyur Persia yang menguasai teknik menyimpan es di gurun saat musim panas.

Yakhchāl berdiri di atas tanah dengan struktur berbentuk kubah lancip yang dilengkapi dengan sebuah ruang penyimpanan bawah tanah. Luas area bawah tanah yakhchāl bisa mencapai 5000 meter kubik lebih. Ruang bawah tanah ini yang sering dipergunakan untuk menyimpan es, walau terkadang digunakan juga untuk menyimpan makanan.

Ruangan bawah tanah disandingkan dengan konstruksi penyekat tebal yang anti panas, menjadikan struktur bangunan dapat menyimpan es awet dalam jangka waktu tahunan. Dinding ruang bawah tanah dapat memiliki ketebalan hingga dua meter di bagian dasarnya dan dibuat dengan adukan khusus yang disebut sārooj.

Material adukan untuk membangun dinding menggunakan pasir, tanah lempung, putih telur, kapur, bulu domba, dan abu dengan masing-masing memiliki perbandingan yang spesifik sehingga dapat mencegah perpindahan panas. Adukan sārooj dianggap sebagai campuran yang benar-benar tak membuat air merembes.

Ruangan bawah tanah sering memiliki akses menuju qanat dan sering juga dilengkapi dengan sistem penangkap angin atau menara angin yang dapat dengan mudah membuat temperatur di dalam ruang bawah tanah turun menjadi sangat dingin di hari-hari saat musim panas. Qanat adalah sebuah sistem manajemen pengairan sebagai penyalur air yang terpercaya bagi penduduk dan irigasi di daerah yang beriklim panas dan gersang.

Kadang es yang akan disimpan di yakhchāl diambil dari pegunungan terdekat selama musim dingin, tapi lebih sering yakhchāl terhubung dengan dinding qanat yang dibuat sepanjang arah timur dan barat, dekat dengan yakhchāl.

Di musim dingin air qanat dialirkan menuju sisi utara dinding. Naungan dinding qanat membuat air membeku lebih cepat sehingga lebih banyak es yang diproduksi di musim dingin, kemudian es disimpan di yakhchāl. Es yang disimpan di yakhchāl akan lambat mencair karena isolasi raksasa dan pendinginan air terus-menerus oleh sisi kubah berbentuk pilin menurun menjadikan es tersedia sepanjang tahun.

Selain itu di bagian terbawah yakhchāl terdapat parit yang menampung air dari es yang mencair untuk dibekukan kembali oleh udara gurun yang dingin di malam hari. Air yang telah menjadi es akan dipecah dan dipindahkan ke dalam ruang bawah tanah. Proses mencair akan berulang menjadi es karena keberadaan parit di dalam kubah.

Kegunaan es di musim panas diantaranya diperuntukan untuk mendinginkan suguhan yang diperuntukkan bagi keluarga kerajaan selama musim panas dan membuat hidangan pencuci mulut dingin ala Persia yang bernama faludeh. Sebagaimana diketahui Ar Razi adalah salah satu dokter istana, jadi beliau sudah tak asing dengan penggunaan es dari kulkas super besar yang bernama yakhchāl tentunya.
 
 
Read More..

Hati-Hati Tentang Si Hati

 

“Pokoknya sakiiiiiit hati ini, sakiiit banget deh!”, keluhan seorang sahabat tatkala menceritakan prihal pengkhianatan seseorang yang dipercayainya. Mimik muka penuh kekesalan ditambah nada suara yang menandai rasa jengkel.

Juga kelunya lidah seorang ibu, berurai air mata dan ragam tanya dalam nuraninya, “Kenapa anak hamba yang dibesarkan dalam pendidikan agama yang baik, tetapi melakukan perbuatan zina dan sering berdusta, Ya Allah?”, ibu mana pun juga yang merupakan muslimah sholihat, pastilah merasa hancur hatinya tatkala memetik kenyataan pahit melihat anaknya ‘kumpul kebo’ berlumur kehinaan dan belum juga bertaubat pada-NYA.

Lain lagi kalimat bijak dari Mas Fulan, seorang brother asal daerah Jawa Timur, ia berkata, “Dulu sih sakiit sekali rasanya, ingin melampiaskan dengan amarah atau bahkan membunuh… Tapi Alhamdulillah, saya masih bisa mengontrol diri. Hati ini berkata ‘tidak, jangan emosi’…. Maka sekarang saya lega… Alhamdulillah sudah ikhlas…”, senyumnya ceria. Subhanalloh, padahal Mas Fulan itu mengalami kepahitan suatu peristiwa hidup, pengalamannya ketika pulang ke rumah memergoki istri tercinta tengah berselingkuh, pasangan selingkuhan itu adalah saudara iparnya sendiri! Maka tatkala Mas Fulan menceraikan si istri, adik perempuan Mas Fulan juga menjanda karena bercerai dengan suaminya tersebut. Tamparan yang luar biasa bagi keluarga mereka. Sempat trauma, begitulah kata Mas Fulan, lima tahun lebih ia merasa ketakutan membuat rencana berumah tangga kembali. Butuh waktu introspeksi diri, perlu lebih banyak pertimbangan yang matang, karena ia ‘takut’ hatinya terluka lagi.

Dua tahun lalu, Mas Fulan ‘sembuh’, berjumpa dengan pilihan hatinya dan membangun rumah tangga yang baru dengan optimis, Allah ta’ala pasti melimpahkan obat luka terbaik buatnya. Keberkahan mengiringi, saat ini Mas Fulan telah menggendong jundi nan lama diimpikannya. Alhamdulillahirobbil ‘alamiin.

Memang si hati selalu jadi perbincangan sepanjang masa. Urusan hati berkaitan dengan cinta, benci, juga rindu dan sebagainya, dibahas tak pernah usai. Kedalaman hati seseorang tiada yang tau, kecuali Allah SWT. Dalam biografi dari Sufyan Ath-Thauree, Khalf ibn Tameem melaporkan bahwa ia mendengar Sufyan berkata: “Visi mata (apa-apa yang dipandang) seseorang bertujuan pada dunia fana, dan visi hati seseorang bertujuan untuk akhirat. Ketika seorang pria ‘melihat’ dengan matanya, ia sia-sia, (ia menilai sesuatu dari pandangan mata saja) tak bermanfaat. Adalah ketika ia melihat dengan hatinya, baik melihat seseorang yang disukainya maupun ‘melihat’ penilaian diri sendiri, ia memetik banyak manfaat.”

Kalau zaman sekolah dulu, sang ustadzku pernah berpesan seraya bercanda, “Ada tiga organ yang bicara…Wanita disebut cantik karena wajah dan penampilannya, si mata yang bicara. Wanita cantik karena cerdas, pandai dan rajin, itu otak atau akal pikiran yang berkata. Wanita cantik karena berakhlakul karimah, baik budinya, itu si hati berucap. Dan mata lebih cenderung memperturutkan nafsu, maka pertimbangkanlah kata hati, karena kebaikan budi pekerti lebih berharga.”Dan sebagaimana yang kita ketahui, kecintaan seseorang kepada Islam tentunya membuat selalu ingin memahami dan terus menggali ilmu-ilmuNya. Dengan berusaha makin memahami, maka akan terus berusaha mengamalkan rambu-rambuNya, dan wujud yang paling terlihat adalah akhlakul karimah, kepribadian hidup sehari-sehari. Itulah pancaran hati nan cantik.

Sufyan Ath-Thauree pun pernah mengatakan tentang ‘bukti kesabaran hati’. Tiga hal tanda engkau telah bersabar : Jangan bicarakan tentang musibah yang menimpamu, jangan diumbar prihal sakit dan lukamu, serta jangan memuji dirimu sendiri. Astaghfirrulloh, kebanyakan peristiwa keseharian diri ini masih susah untuk bersabar, sibuk ‘nyari tempat berkeluh kesah’, sulit menata hati padahal sudah sering mengingat akan si obat hati, sebagaimana firman Allah ta’ala, bermakna, “Tidaklah kalian ketahui bahwa hati hamba-hamba Allah SWT yang beriman itu dibahagiakan oleh Allah dengan banyak berdzikir kepada-Nya.” (QS. Al-Hadid [57] : 16)

Si hati jelita dengan kelurusan niat dan kesyukuran, tentunya menampakkan sikap dan prilaku rendah hati dan ketulusan seseorang dalam menjalani detik-detik hidupnya. Wajah pun sumringah bahagia. Sedangkan hati yang dengki, iri, hingga berjibunnya penyakit hati, maka sikap yang tampak adalah rakus, tamak, doyan mengadu-domba, menebar fitnah, mencari celah ‘kemudahan mencapai tujuan’ dengan jalan apapun, berkhianat serta kesulitan untuk tersenyum.

Sebagaimana wasiat baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “…Ketahuilah, bahwa setiap raja memilliki daerah terlarang. Ketahuilah, bahwa daerah terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Ada secuil catatan tentang si hati…
Bilangan tahun adalah seperti pohon, bulan adalah dahannya,
Hari-hari merupakan cabang-cabangnya, jam adalah daunnya,
Dan nafas ibarat buahnya
Siapa pun yang nafasnya digunakan untuk taat kepada Allah,
Maka buah pohon itu akan baik, lezat dan murni manisnya
Siapa pun yang nafasnya digunakan untuk mendurhakai Allah,
Tentu buahnya akan jahat, busuk dan jelek
Waktu panen adalah pada hari kiamat
Yang pada saat itu buah akan ditampilkan,
Apakah itu manis atau asam
Ketulusan dan Tauhid adalah pohon dalam hati
Cabang-cabangnya adalah perbuatan
Dan buahnya adalah kenikmatan hidup selama ini
Kehidupan duniawi dan kebahagiaan abadi di akhirat
Buah tauhid dan ketulusan dalam kehidupan dunia adalah sama
Allah limpahkan berkah kepada hamba –Nya nan ikhlas
Balasan kebaikan berlipat ganda
Kemusyrikan, berbohong, dan kemunafikan juga pohon dalam hati
Buahnya adalah selama hidup tak tentram
Diliputi rasa takut, tertekan, kesedihan, dan sesak dalam dada
Kegelapan hati, dan di akhirat menelan az-zaqqum jua siksaan permanen
Allah ta’ala menyebutkan dua pohon tersebut dalam ayat-ayat cinta-Nya Surah Ibrahim."

“Ya Allah, yang selalu membolak-balikkan hati, mantapkanlah hati kami dalam agama-Mu dan dalam ketaatan pada-Mu, amiin”. Wallahu a’lam bish-shawab.

Keterangan tentang Az-Zaqqum (Pohon Neraka Jahannam), Dari Ibnu Abbas ra, berkata, “Nabi SAW membaca ayat ini, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali-Imran [3] : 102), lalu beliau bersabda, ‘Andai setetes pohon Az-Zaqqum menetes ke dunia, maka merusak kehidupan para penduduk dunia. Bagaimana dengan orang yang makannya ialah Az-Zaqqum?” (HR. At-Timidzi-Hadits ini Hasan shahih)


Read More..

Pria Ini Mampu Memasukkan Hidung Ke Dalam Mulutnya

Pria ini punya kebolehan yang nampaknya tidak ada orang yang bisa menirunya. Bayangkan saja, pria asal Chengdu, China bernama Tang Shuquan ini bisa memasukkan hidungnya ke dalam mulutnya sendiri.

Mr. tang memamerkan penghargaan dan kebolehannya


Ia menantang orang yang ditemuinya di jalanan namun tidak ada seorang pun yang mampu meniru kebolehannya untuk dapat 100.000 renmimbi

Pemegang rekor Guinness World Records karena kebolehannya tersebut malah menantang siapapun yang bisa meniru kebolehannya. Bagi siapapun ayng mampu, maka ia akan memberikan hadiah berupa uang sebesar 100.000 renmimbi (silahkan agan kurs kan ke Rupiah)

Dibalik wajahnya yang "terlipat-lipat" seperti foto diatas, tidak disangka ternyata dia masih muda dan berwajah cukup tampan.


Read More..

Kota dengan 153 Bahasa yang Berbeda

Dengan hanya 503 ribu penduduk, kota ini memiliki 153 bahasa berbeda. Salford Quays, salah satu lanskap ternama dari kota Manchester, Inggris. (Thinkstockphoto). Kota Manchester di Inggris dinobatkan sebagai kota paling multikultur per milnya karena memiliki 153 bahasa berbeda. Manchester berhasil mengalahkan beberapa kota besar seperti New York (AS), London (Inggris), dan Paris (Prancis).


Ini berdasarkan sedikitnya jumlah penduduk Manchester yang hanya 503 ribu jiwa. Bandingkan dengan New York yang mencapai 8,2 juta jiwa -berdasarkan sensus data AS 2011. "Diversifikasi bahasa di Manchester lebih tinggi dari kebanyakan negara-negara di dunia," kata Yaron Matras, salah satu pihak yang turut terlibat dalam studi terhadap kota Manchester, Kamis (13/12). Sensus ini juga mengungkap, masyarakat kota Manchester -disebut Mancunian- mewakili nyaris semua budaya di dunia. Kebanyakan dari pendatang yang menjadi penduduk bertahan pada budaya nenek moyangnya. Ini berperan besar untuk perkembangan multikultur di Manchester. Contoh nyata terlihat pada sekitar dua pertiga anak sekolah di Manchester yang menguasai dua bahasa. "Seiring terus berdatangannya imigran dan pelajar, bisa dikatakan daftar panjang (bahasa) ini akan terus bertambah," tambah Matras. Ragam bahasa yang digunakan di Manchester termasuk Chitrali dari utara Pakistan, Konkani dari barat India, Dagaare dari Ghana dan Burkina Faso (Afrika), dan Uyghur dari Cina. Namun, banyaknya penutur bahasa membuat beberapa aspek kehidupan menjadi sensitif. Maka itu ditekankan bentuk komunikasi yang baik di antara mereka. Peneliti sosial yang terlibat juga bekerja sama dengan pihak berwenang dan sekolah-sekolah mengenai beberapa isu terkait bahasa. Selain itu, mereka juga memastikan ada keterwakilan grup yang dianggap rapuh. Dari sisi pariwisata, Manchester menjadi daya tarik tersendiri karena menjadi kota ketiga paling sering dikunjungi pelancong asing di Inggris. 


Read More..

Mitologi Rasi Bintang Naga di Angkasa

Draco ( Dragon) adalah rasi bintang sirkumpolar yang jauh untuk pengamat dibelahan Bumi utara. Ini salah satu dari 88 rasi bintang modern. Bintang Thuban (Draconis) adalah bintang kutub utara sekitar 2700 SM, Pada masa Mesir kuno. Karena efek presisi, bintang kutub ini kembali ada sekitar tahun 21000 AD.



Kedua Gambar ini melambangkan susunan titik-titik yang sama



Ruang pemakaman Khufu diduga terletak jauh didalam Piramida. Ada dua poros kecil yang selama beberapa decade ini diduga peneliti sebagai lubang angin. Tetapi ketika tahun 1960 astronom menemukan bahwa poros tersebut merujuk kepada pengetahuan Astronom. Pada saat Piramida dibangun, satu dari lubang angin mengarah kearah bintang terdekat di angkasa langit Kutub Utara. Dan yang lainnya mengarah ke rasi bintang Orion, satu dari rasi bintang yang paling terang dan menakjubkan di angkasa Kutub Utara adalah pusat dari langit utara. Semua bintang-bintang muncul untuk memutar disekitar pusat ini.

Sekarang, bintang Polaris menandai kutub utara. Tapi goyah Bumi pada porosnya. Dibutuhkan sekitar 26.000 tahun untuk membuat satu getaran penuh, dan pada waktu itu, titik kutub utara dengan bintang yang berbeda. Ketika piramida dibangun, bintang yang paling dekat dengan tiang Thuban, adalah Draco, the Dragon.

Bintang-bintang dekat kutub tidak pernah ditetapkan. Orang-orang Mesir menganggap bintang-bintang digambarkan sebagai sesuatu yang "kekal" atau "abadi." Khufu mengharapkan bahwa ketika dia meninggal, dia akan bergabung tidak hanya dengan Matahari, tetapi dengan Thuban juga - menjaga ketertiban di alam surgawi, sama seperti dia di Bumi. Firaun juga diharapkan untuk bergabung dengan Osiris, dewa orang mati, yang diwakili oleh bintang-bintang yang kita kenal sekarang ini sebagai Orion.

 

Kutub utara dari ekliptik terletak dalam konstelasi Draco. titik ini sangat dekat dengan galaksi NGC 6552 dan dalam waktu 10 arcminutes dari Cat's Eye Nebula - NGC 6543

 
 
Read More..

Apa Bedanya Jin Yang Mengaku Muslim & Jin Kafir?

haunted-house-cat-Holiday

Allah SWT telah menciptakan makhluk, dan salah satu dari makhluk yang Allah ciptakan itu bernama jin. Keberadaan jin sebagai bagian dari makhluk Allah tidak ada yang memungkirinya. Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada seorangpun dari kaum muslimin yang mengingkari akan keberadaan jin.”

Tujuan penciptaan jin sebagaimana diciptakannya manusia adalah agar beribadah kepada Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Namun dalam kenyataannya tidak semua jin sesuai dengan tujuan penciptaanya yaitu tunduk dan patuh kepada Allah. Seperti manusia diantara mereka ada yang shalih, ada juga yang nakal. Ada yang juga nakal, ada yang alim ada juga yang preman. Sebagaimana pengakuan mereka yang diabadikan Allah dalam al-Qur’an. “Dan sesungguhnya diantara kami ada yang orang yang shalih dan diantara kami ada yang tidak demikian. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (QS. Al-Jin: 11)

Ibnu Abbas menafsirkan kalimat: “kunna thoroiqo qidada” dalam ayat di atas dengan, “Dari kami ada yang mu’min ada yang kafir.” Sedangkan Ibnu Taimiyah menafsirkannya dengan, “Mereka terdiri dari madzah-madzah, ada yang muslim dayan kafir, ada ahli sunnah dan ada juga ahli bid’ah.”

Dengan demikian jin sama dengan manusia dalam masalah iman; ada yang mu’min ada juga yang kafir. Dalam beberapa kasus, ketika menterapi pasien, kita mendapat reaksi yang berbeda. Ada yang diam saja, ada yang mereaung kesakitan saat mendengarkan ayat. Ada juga yang mengaku bahwa dirinya dikirim oleh orang sampai menyebut nama tertentu. Dalam kasus yang terakhir, kita berpedoman pada sabda Nabi saat mengomentari cerita Abu Hurairah. Di mana pada malam pertama Abu Hurairah mendapat tugas menjaga harta zakat Ramadhan, ia didatangi oleh jin yang menampakan diri seperti manusia dan mengambil harta zakat itu.

Ia dilepas karena ia mengaku keluarganya membutuhkan makanan, keesokan harinya Abu Hurairah menceritakannya kepada Rasulullah kejadian yang dialaminya semalam. Nabi bersabda, “Dia bohong dan dia akan kembali lagi.” Pada malam yang kedua datanglah orang itu melakukan hal yang sama dengan alasan yang sama. Kemudian dilepas lagi dan ketika keesokan harinya diadukan kepada Rasulullah SAW. Abu Hurairah mendapatkan jawaban yang sama. “Dia bohong dan dia kembali lagi”.

Pada malam yang ketiga, orang itu datang lagi dengan melakukan hal yang sama seperti pada malam pertama dan kedua. Abu Hurairah menahannya dan mengatakan, “Sungguh akan aku laporkan kepada Rasulullah.” “Orang itu berkata, “Lepaskanlah aku, akan aku ajarkan kepadamu kalimat, dan Allah akan memberikan manfaat dari kalimat itu.” “Apa kalimat itu?” tanya Abu Hurairah.

“Jika kamu akan tidur bacalah ayat Kursi, maka Allah akan menjagamu hingga pagi.” kemudian aku melepaskannya. Aku ceritakan pagi harinya bahwa orang itu mengajarkan kalimat yang bermanfaat, Rasulullah bersabda, “Kali ini ia benar dan ia sangat pembohong. Tahukah kamu siapa orang itu? La adalah syetan,” kata Rasulullah.” (HR. Bukhari).

Dengan cap kadzub atau sangat pembohong yang diberikan oleh Rasulullah pada syetan itu, maka cukuplah bagi kita sebagai dasar untuk tidak mempercayai dan tidak menghiraukan ocehannya. Jika yang terjadi dari ganguan itu memang benar ulah orang yang dzalim, maka kita memohon kepada Allah agar segera selesai dari gangguan ini dan untuk orang yang dzalim yang melakukannya kita do’akan mudah-mudahan Allah memberikan hidayah pada dirinya.

Sikap ini jauh lebih baik dibandingkan jika kita mempercayainya karena itu akan memunculkan rasa dendam padahal belum tentu benar. Justru akan menimbulkan masalah baru, karena kita tidak sibuk untuk melakukan perlawanan diri dari dalam tetapi justru sibuk dengan sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Sikap tidak menghiraukan ocehan jin ini juga akan membuat hidup kita lebih tenang dan tidak jatuh pada suuzhan berprasangka buruk yang dilarang dalam agama.

Sedangkan pengakuan jin yang mengaku dirinya muslim, maka tentunya kita pertanyakan keislamannya, apa dasar yang membolehkan seseorang mengganggu yang lain. ltu bohong belaka. Seandainya ia benar muslim, maka dia adalah muslim yang munafik, atau bahkan sudah murtad. Seperti beberapa pengakuan jin yang katanya menjaga orang yang dimasuki tapi ternyata justru mengganggu dan membuat dirinya beberapa kali pingsan tak sadarkan diri. Ada juga yang membuat orang lain menilainya gampang emosi tanpa disadari oleh dirinya.

Jadi jin yang masuk dan mengganggu manusia adalah jin-jin kafir, muslim yang dzalim, munafiq atau bahkan murtad keluar dari lslam, bukan jin-jin muslim yang shalih, jangan terripu. Sehingga yang kita lakukan ketika mendengar pengakuannya bahwa dirinya muslim adalah dengan mengingatkan akan kesalahannya dan menganjurkannya untuk bertaubat atau kalau ia membangkang kita bacakan ayat-ayat al-Quran dan doa dari Rasulullah atau kita lanjutkan ruqyahnya dengan ruqyah syar’iyyah.

Jin adalah makhluk Allah yang ghaib dicipakan dari api, sebagaimana firman Allah, “Dan Dialah Allah yang merrciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman: 15). Nabi bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan manusia diciptakan dari apa yang sudah dijelaskan kepada kalian (dari tanah, pen).” (HR Muslim).

Sedangkan lblis adalah makhluk Allah dari golongan jin yang membangkang perintah Allah, sebagaimana firman-Nya, “Dan ingatlah ketika aku katakan kepada malaikat, bersujudlah kemudian mereka bersujud kecuali lblis, lblis itu dari golongan jin kemudian membangkang perintah Rabb-nya.” (QS. Al-Kahfi: 50). Dan syetan adalah sifat atau sebutan bagi siapa saja dari golongan jin dan manusia yang membangkang dari perintah Allah. Allah berfirman, “Demikian juga Aku jadikan pada setiap Nabi musuh dari golongan jin dan dari golongan manusia …” (QS. Al-An’am: 112). Wallahu a’lam.

Jadi, sesungguhnya mereka sama dengan manusia, yaitu sama-sama makhluk dan tugasnya sama yakni beribadah. Dan di antara mereka ada yang mau beribadah serta ada yang tidak, ada yang mempunyai aliran yang sesat dan ada yang tidak dan sebagainya.
 
 
Read More..

Siapa Yang Bisa Melihat Jin?

dunia ghaib_islampos_jin

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan,” (QS: Al-An’am 6:112). 

ALAM jin adalah alam yang berdiri sendiri, ia terpisah dan berbeda dengan alam manusia namun keduanya hidup dalam dunia yang sama, kadang tinggal dalam rumah yang dibangun atau di diami manusia. Keduanya pun mempunyai kesamaan yakni berkewajiban untuk beribadah kepada Allah: “Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanyalah untuk beribadah kepadaKu(QS. Adz-Dzariyat 51:56).

Menurut Ibnu Aqil sebagaimana dikutip asy-Syibli dalam bukunya Akam al-Marjan fi Ahkam al- Jann, mengatakan bahwa makhluk ini disebut dengan jin karena secara bahasa jin artinya yang tersembunyi, terhalang, tertutup. Disebut jin, karena makhluk ini terhalang (tidak dapat dilihat) dengan kasat mata manusia. Oleh karena itu, bayi yang masih berada di dalam perut ibu, disebut janin (kata janin dan jin memiliki kata dasar yang sama yakni jann) karena ia tidak dapat dilihat dengan mata. Demikian juga orang gila dalam bahasa Arab disebut dengan majnun (dari kata jann juga) karena akal sehatnya sudah tertutup dan terhalang.

Siapa yang bisa melihat jin dan bagaimana wujudnya?
Kecuali dalam kondisi tertentu yang itu pun sangat jarang terjadi. Kondisi dimaksud misalnya ketika seseorang meminum air sihir dari dukun, atau karena jin telah berubah wujud misalnya menyerupai hewan. Tapi sekali lagi hal itu sangatlah jarang. Tidak dapat dilihatnya jin dalam bentuk aslinya, tentu ini merupakan rahmat bagi manusia, karena dengan demikian manusia bisa hidup tenang, tanpa ada rasa takut sedikitpun. Sedangkan keadaan wujud jin itu sendiri menurut beberapa ayat dan hadits sebagai berikut:

1.   Sebagian hewan dapat melihat wujud jin misalnya anjing dan keledai
Artinya: “Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kalian mendengar ayam jantan berkukuruyuh (kongkorongok), maka mintalah karunia dari Allah, karena sesungguhnya ayam itu melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari godaan dan tipu daya syaithan karena keledai itu telah melihat syaithan”. (HR. Bukhari Muslim).

Dalam hadits lain dikatakan: Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kalian mendengar anjing menggonggong dan himar meringkik, maka berlindunglah kepada Allah karena sesungguhnya mereka itu melihat sesuatu yang kalian tidak dapat melihatnya” (HR. Abu Dawud dalam shahih sunannya).

2. Jin memiliki wujud yang sangat jelek
Jin (setan), memiliki bentuk yang sangat jelek. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an ketika Allah menyamakan pohon Zaqum yang tumbuh di dasar neraka, dengan kepala setan dalam hal sama-sama buruk bentuk dan rupanya. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah surat ash-Shafat ayat: 64-65: Artinya: “Sesungguhnya dia (pohon Zaqum) adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan” (QS. As-Shafat 37: 64-65).

3.  Jin mempunyai dua tanduk dan sayap
Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kalian bermaksud untuk shalat pada waktu matahari terbit juga pada waktu matahari terbenam, karena pada kedua waktu itu saat dimana dua tanduk setan muncul” (HR. Muslim).

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menghabarkan kepada kami bahwasannya jin itu terdiri dari tiga kelompok. Pertama, jin yang selalu beterbangan (melayang) di udara, kedua, jin dalam wujud ular-ular dan anjing- anjing dan ketiga, jin yang mempunyai tempat tinggal dan suka bepergian” (HR. Thabrani, Hakim, Baihaki dengan sanad yang shahih).

Dalam riwayat lain dikatakan: Artinya: “Ubaidullah berkata: Imam adh-Dhahhak pernah ditanya: “Apakah setan mempunyai sayap?” ia menjawab: “Bagaimana mereka dapat terbang menuju langit kalau mereka tidak memiliki sayap” (HR. Ibnu Jarir). 
Read More..

Jin Juga Ikut makan, Minum & Tinggal Bersama Manusia

28344_397220132857_5498842_n

Termasuk salah satu menyakiti dan melukai manusia, syaithan juga seringkali ikut serta dengan manusia dalam makan, minum dan tinggal. Hal ini dimaksudkan tentunya agar syaithan lebih leluasa dalam menjerumuskan dan menggoda manusia ke jalan yang sesat.

Dalam berbagai keterangan dikatakan, ketika seseorang makan, minum dan masuk atau  keluar  rumah tanpa    menyebut   nama  Allah  (tanpa  berdoa),  maka  syaithan    akan mengikutinya; ia akan ikut makan, minum dan tidur di rumah. Akan tetapi bagi mereka yang menyebut nama Allah ketika makan, minum dan tidurnya, maka syaithan tidak akan pernah menyentuh makanan, minuman dan tempat tidur atau tempat tinggal orang tersebut.

Untuk itu,  pantas,  kalau  Rasulullah  Saw  senantiasa  mengajarkan  dan  menganjurkan  ummatnya untuk  selalu  membaca  doa  atau  paling  tidak  menyebut  nama  Allah  dalam  setiap  gerak geriknya termasuk dalam makan,  minum dan tidurnya.  Hal ini, bukan  saja untuk  meraup pahala  dan  mengikuti  sunnah  Rasulullah  Saw,  akan  tetapi  juga  demi  kebaikan  orang tersebut,  yakni  terhindar  dari  gangguan  jin  kafir  (syaithan)  yang  setiap  detik  berusaha mengganggu dan menjerumuskan manusia dalam kenistaan.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah hadits-hadits yang menerangkan tentang   hal di atas:
“Syaithan akan ikut makan dan minum, ketika orang tersebut tidak mengucapkan doa atau  tidak  menyebut nama Allah terlebih dahulu.  Hal ini sebagaimana  dikisahkan dalam sebuah  hadits  yang  diriwayatkan  oleh  Imam  Muslim,  bahwasannya  Hudzaifah  berkata: “Kami (para sahabat) apabila berkumpul bersama Rasulullah Saw, lalu dihadirkan makanan kepadanya, kami tidak berani menyentuh makanan tersebut sebelum Rasulullah Saw terlebih dahulu menyentuhnya. Suatu hari,  dihidangkan kepada kami makanan tersebut. Tiba-tiba, datang seorang budak  perempuan yang  sudah  tidak sabaran. Begitu  melihat makanan di hadapan kami, ia langsung bergegas menghampirinya dan langsung menyodorkan tangannya untuk menyentuh  makanan  tersebut.  Rasulullah  Saw  kemudian  memegang  dan  menahan tangan budak wanita tadi. Tidak lama dari itu, datang juga seorang arab badewi, juga sama menyodorkan tangannya untuk meraih makanan, akan  tetap Rasulullah Saw menahan dan memegang tangannya itu. Rasulullah kemudian bersabda: 

“Sesungguhnya syaithan akan ikut memakan makanan yang tidak disebutkan nama Allah sebelumnya. Syaithan barusan datang menyertai  budak  wanita  tadi,  lalu  syaithan  itu  bermaksud  mengambil  makanan  dengan menggunakan tangan budak wanita itu. Demikian juga, setan datang menyertai orang arab badewi  tadi  untuk  mengambil  makanan,  dan  karena  itulah  saya  pegang  dan  saya  tahan tangan  kedua  orang  tadi.  Demi  diri  ku  yang  berada  pada  kekuasaanNya,  sesungguhnya tangannya itu (tangan setan) berada pada tangan saya bersama dengan tangan budak wanita tadi” (HR. Muslim).

Setan akan merusak kekayaan manusia dan akan tinggal di dalam bejana / lemari yang  tidak  disebutkan  nama  Allah  sebelumnya.  Dalam  sebuah  hadits  dikatakan,  untuk menjaga agar  setan tidak merusak harta dan tidak ikut masuk ke dalam rumah, sebaiknya ketika menutup pintu, lemari dan lainnya, terlebih dahulu berdoa atau paling tidak menyebut nama Allah. Dalam sebuah hadits dikatakan:

“Rasulullah  Saw  bersabda:  “Tutuplah  pintu-pintu,  dan  sebutlah  nama  Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama  Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air  minum yang terbuat dari kulit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang  seperti  lemari, bupet, kulkas  dan  lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya  menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Muslim).

Orang yang makan dan minum sambil berdiri, akan ditemani setan. Dalam berbagai keterangan,  Rasulullah  menganjurkan  ummatnya  agar  ketika  makan  dan  minum  sambil duduk,  tidak sambil berdiri. Kecuali ketika minum air zam zam, Rasulullah mensunatkan ummatnya  untuk  minum  sambil  berdiri,  karena  dalam  sebuah  hadits  dikatakan,  bahwa Rasulullah  minum  air  zam  zam  sambil  berdiri.  Rasulullah  melarang  ummatnya  untuk meminum atau makan sambil berdiri karena makan dan minumnya akan disertai oleh setan. Berikut ini hadits yang dimaksudkan:

“Rasulullah suatu hari melihat seorang laki-laki yang minum sambil berdiri. Lalu Rasulullah  Saw berkata kepadanya: “Duduklah!” Laki-laki itu menjawab: “Mengapa saya mesti  duduk?” Rasulullah  Saw menjawab: “Apakah kamu bahagia kalau minum bersama kucing?” Laki-laki itu menjawab: “Tidak”. Rasulullah Saw bersbda kembali: “Sesungguhnya kamu tadi telah minum dengan sesuatu yang jauh lebih jahat dari pada  kucing, yaitu setan” (HR. Imam Ahmad, dan Bazzar).

Setan ikut masuk ke dalam rumah yang tidak menyebut nama Allah (berdoa) ketika masuknya. Dalam sebuah hadits dikatakan: “Dari Jabir bin Abdillah bahwasannya ia mendengar Rasulullah Saw bersabda: 
 
“Apabila seseorang masuk rumah, lalu ia menyebut nama Allah ketika masuk (rumah) dan ketika  makan, maka syaithan akan berkata (kepada sesama syaithan lainnya): “Kalian tidak dapat nginep  dan tidak  bisa  makan malam”. Namun apabila ia masuk rumah, dan tidak menyebut nama Allah (berdoa)  ketika masuk dan makannya, syaithan akan berkata: “Nah, sekarang kalian bisa nginep dan bisa makan malam” (HR. Muslim). 
 
 
Read More..

Bercermin Pada Ulat

ulat

Tak hanya QS. Al-Baqarah: 183, di bulan Ramadhan biasanya hewan  yang satu ini pun ikut naik daun.  Mengapa? Setidaknya ada dua alasan mengapa kita perlu belajar dari hewan ini. Mari sama-sama kita bercermin darinya.

Ulat pun Taat 
Sudah menjadi sunnatullah bahwa ulat memiliki siklus hidup tertentu. Sama dengan manusia dan makhluk Allah SWT lainnya, tentu siklus hidup ini ialah out of control, kekuasaan mutlaknya hanya di tangan Allah. Dan tahapan ketika menjadi kepompong itu amat menarik jika kita cermati. Coba kita tilik ayat Allah berikut:

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS Al-Israa’ [17]: 44) .

Disebutkan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir banyak riwayat terkait pembahasan ayat di atas. Namun, secara singkat, kesimpulannya ialah bahwa ternyata segala benda yang bernyawa maupun tidak bernyawa bertasbih kepada Allah. Sehingga tak heran kalau dalam beberapa riwayat Rasulullah SAW sebut kalimat tasbih itu sebagai dzikirnya semua makhluk di langit dan di bumi.

Lebih lanjut, Ibnu Katsir juga menyebutkan persoalannya ialah manusia memang tidak diberi kemampuan untuk mendengar tasbihnya tumbuhan, hewan, dll. Dan memang itu bukanlah hal yang terpenting. Maka, banyak kalangan menilai bahwa siklus hidup dan insting hewan, misalnya, sebagai dua buah bukti tasbihnya hewan atau tumbuhan kepada Allah. Logis. Karena apakah mereka (hewan dan tumbuhan) itu berkuasa menciptakan sendiri siklus hidup dan insting yang mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan? Tentu tidak.
Sejatinya mereka hanya menjalani apa yang telah Allah gariskan. Ketundukan dalam menjalani sunnatullah inilah yang sering disebut sebagai tasbihnya mereka kepada Allah.

Sehingga, masa menjadi kepompong bagi ulat ialah masa ia menjalani perintah sekaligus sunnatullah. Ia amat taat, tak ada sedikit pun kemauan untuk berontak kepada-Nya. Oleh karenanya, ulat yang secara kasat mata saja ternyata sedemikian taat, bagaimana dengan kita? Bolehlah ia itu buruk secara fisik dan rakus dalam perangai.

Namun, bukankah saat ini juga tak sedikit manusia yang lebih rakus daripada ulat ini. Tak peduli halal atau haram, langsung tikam. Tidak jadi soal orang lain sakit, yang penting diri sendiri bangkit. Lebih parah lagi, tak sedikit Muslim yang tanpa udzur syar’i meninggalkan puasa Ramadhan yang wajib hukumnya. Lalu, masih pantaskah manusia macam ini dikatakan lebih mulia daripada ulat?

Puasa Ulat
Seperti sudah disinggung sebelumnya, ada fase menjadi kepompong dalam siklus hidup ulat. Di fase inilah perilaku yang sebelumnya rakus, tak kenal malu, dan merugikan orang lain mulai hilang. Yang ada kemudian ialah entitas baru yang amat tunduk kepada Allah SWT. Ia tak lagi makan sembarangan. Mungkin hanya air embun pagi hari yang jadi sumber kehidupannya. Ia pun tak lagi berkeliaran meresahkan pemilik tanaman. Dikatakan bahwa fase kepompong ini berkisar 16-21 hari. Lebih singkat daripada puasa Ramadhan kita yang 29 atau 30 hari, bukan? Namun, coba kita tengok hasilnya.

Lepas masa kepompong, maka tak ada lagi keburukan menempel dalam pribadi makhluk bernama kupu-kupu. Yang ada ialah keanggunan, kebersihan, ketertiban, dan ketaatan. Kupu-kupu tidak lagi seperti ulat yang telah menjadi masa lalu kelamnya. Biarlah dulu dihina, namun sekarang dipuja lantaran keindahannya. Tiada lagi sembarang makan, karena kini hanya sari bunga sebagai santapan. Tidak pula kini merugikan lantaran sekarang justru banyak dicari orang. Sungguh perubahan drastis yang luar biasa.

Oleh karena itu, tidakkah kita menginginkan ibadah Ramadhan kita (khususnya puasa) berhasil mengubah pribadi kita? Tidakkah kita malu jika selepas Ramadhan alih-alih peningkatan amal, justru kemerosotan ibadah kembali kita jalani? Maka, tidak ada pilihan lain bagi kita, selain memanfaatkan momen-momen terakhir Ramadhan secara optimal. Salah pemanfaatan bisa berujung pada buramnya hari-hari pasca Ramadhan nanti. Tetap kobarkan semangat optimalisasi ibadah di bulan suci. Tak ada jaminan tahun depan Ramadhan bisa kita cicipi. Semoga ridho Ilahi selalu menyertai. Aamiin.


Read More..

Apa Ayat Terakhir Al-Quran?

Sudah berapa banyak Anda mengkhattamkan Al-Quran selama ini dalam hidup Anda? Mungkin sudah tak terhingga. Nah, dari sekian seringnya itu, mungkin ada yang terlewat oleh kita, apa gerangan ayat terakhir Al-Quran? Ayat pertama Al-Quran saja kenyataannya tidak ditempatkan di halaman pertama mushaf.

Ibnu Taymiyah mensinyalir, di antara sebab perbedaan ulama adalah tidak semua informasi mengenai sumber-sumber hukum mereka dapatkan. Para ulama itu berijtihad sesuai dengan informasi yang mereka terima.

Hal yang sama juga terjadi dalam penentuan akhir ayat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad saw. Semua informasi yang kita terima berkaitan dengan masalah ini tidak ada yang bersumber langsung dari Nabi sendiri. Informasi itu diberikan oleh para sahabat atau para tabiin sesuai dengan pengetahuan mereka.

Selain sebab di atas, ada sebab lain yang juga cukup penting dalam masalah ini, yaitu informasi yang kita terima acap kali bernuasna mutlak, tidak dalam persepektif tertentu. Misalnya, Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbأ¢s, ia mengatakan: Telah turun ayat berikut ini: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. 4:93), dan ia adalah ayat yang turun terakhir kali, dan tidak ada yang menasakhnya.

Dan masih banyak riwayat-riwayat senada, yang memberi kesan turunnya suatu ayat pada kali terakhir. Oleh karena itu, ada dugaan kuat bahwa para pencetus ide-ide tersebut tidak bermaksud menyebutnya sebagai ayat yang paling ujung dari rentetan ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, akan tetapi hanya sekedar menyebutnya sebagai ayat terakhir dalam permasalah terkait, atau terakhir dalam persepektif tertentu lainnya.

Sebagian ulama bersifat skeptis dalam menentukan ayat mana yang terakhir diwahyukan. Mereka beranggapan, bahwa informasi tentang ini sangat beragam dan saling bertentangan satu sama lain. Selain itu, penetapan masalah ini tidak mempunyai implikasi keagamaan yang berarti. Dilihat dari ini, betapa para ulama sendiri banyak yang merasa kesulitan dalam menyaring kesimpang-siuran informasi itu.

Al-Maiidah 5:3 dan QS al-Baqarah 2:281
QS. al-Maidah 5:3 turun di Arafah pada saat Rasul melaksanakn haji wada pada tahun sepuluh, sementara beliau wafat pada awal-awal tahun sebelas [11 H.]. Ibnu Jarar ath-Thabary menginformasikan, bahwa Rasulullah wafat setelah delapan puluh satu hari dari hari Arafah [waktu di mana QS 5:3 turun].

Oleh karena tenggang waktu yang lama ini, inforamasi bahwa ayat tersebut adalah ayat terakhir tidak pernah disebut dalam catatan-catatan penting al-Quran. Informasi ini menjadi sangat populer di kalangan ummat Islam hanya karena kandungannya yang menjelaskan telah sempurnannya Islam, yang kemudian dimaknai secara salah, bahwa sejak itu, Nabi tidak pernah lagi mendapatkan wahyu al-Quran.

Informasi kedua, yakni QS. al-Baqarah 2:281, yang diriwayatkan oleh an-Nasأ¢iy, Ibnu Jarar, Ibnu Muradawayh dan Ibnu Aby Hatim, jauh lebih mendekati kebenaran. Namun begitu, terdapat informasi lain yang lebih kuat, yaitu informasi Imam Bukhأ¢ri dari Ibnu ‘Abbأ¢s –juga diinformasikan oleh al-Bayhaqy, Ahmad, Ibnu Mأ¢jjah dan Ibnu Murdawayh dari ‘Umar, bahwa ayat terakhir adalah ayat riba [al-Baqarah 2:278-280]. Informasi lain yang tak kalah kuatnya adalah informasi Bukhari dan Muslim, bahwa ayat terakhir adalah ayat dayn [hutang] QS al-Baqarah 2:282.

Sesuai dengan informasi-informasi terakhir ini, adalah sangat mungkin ketiga informasi di atas benar semua, yang berarti ayat terakhir yang turun kepada Nabi Muhammad saw adalah surat al-Baqarah ayat 278 sampai 282. Keberatan muncul karena tidak ada keharmonisan antara ayat yang di tengah [281] dengan ayat awal [278-280] dan ayat terakhir [281], di mana pembahasan pertama menyinggung transaksi yang mengandung riba sementara yang di tengah mengenai hari akhir, dan kemudian dilanjutkan dengan ayat katiga menyoal hutang piutang.

Akan tetapi ketidakharmonisan ini dapat ditengahi, seperti telah banyak dibahas oleh para sarjana al-Quran, bahwa ayat yang di tengah merupakan penguat terhadap larangan ayat awal [riba, 278-280] dan terhadap perintah ayat terakhir [281]. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam, bahwa perintah dan larangan al-Quran tidak hanya selesai pada urusan duniawi, akan tetapi juga ada tuntutannya pada hari pembalasan nanti.

Kesimpulannya, pendapat yang paling kuat adalah yang menyatakan bahwa ayat terakhir adalah QS. al-Baqarah 2:278-282.
 
Read More..

Ka’bah Poros Alam Semesta

“(Baitullah) Al-Haram adalah tanah suci poros tujuh langit dan tujuh bumi (Akhbar Makkah, dikutip oleh Mujahid dari Syu’ab Al-Iyman karya Al-Baihaqi)”

Hadis ini mengandung pengertian bahwa Ka’bah merupakan poros atau sentral alam semesta. Al-Qur’an selalu membandingkan antara langit dan bumi, meski bumi relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan kebesaran langit. Dan perbandingan ini tidak mungkin dilakukan jika bumi memiliki posisi istimewa di pusat semesta.

Allah SWT berfirman:
“Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya.” 

Keantaraan ini tidak akan ada kecuali jika bumi berposisi sebagai pusat atau sentral alam ini.

Dalil ketiga yang menegaskan fakta ini adalah firman Allah yang bisa kita baca pada surah Ar-Rahman. Dia berfirman:
“Hai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.” (QS. Ar-Rahman: 33-34)

Diameter segala bentuk geometris adalah garis yang bertemu di antara dua ujungnya, melewati pusat (titik tengah). Penjuru langit tidak mungkin sama dengan penjuru bumi (sebagaimana penjelasan ayat di atas) kecuali jika bumi menjadi pusat atau titik tengah langit.

Dari keterangan terdahulu tampak jelas sisi kemukjizatan dalam hadis Nabi yang ada di hadapan kita, yakni sabda beliau:(Baitullah) Al-Haram adalah tanah suci poros tujuh langit dan tujuh bumi.

Ketujuh bumi semuanya berada di bumi kita ini. Lapisan luar satu bagian bumi menutupi lapisan dalam bumi lain. Begitu juga tujuh langit semuanya menaungi kita pada tingkatan yang jelas mengelilingi matahari. Bagian luar menutupi bagian dalam langit yang lain. Dan Ka’bah berada di tengah-tengah lapisan pertama bumi, yaitu daratan, sementara di bawahnya terdapat enam lapisan bumi yang lain. Dengan posisi demikian, Ka’bah berarti menjadi poros tujuh langit dan tujuh bumi.

Fakta ini tidak mungkin diketahui siapapun, karena batas maksimum pengetahuan yang dapat dijangkau ilmu manusia hanyalah lapisan yang sangat kecil dari langit dunia yang menaungi kita dan dihiasi oleh Allah dengan bintang.

Bahkan lapisan kecil inipun terus-menerus mengalami perentangan (tamaddud). Ketika manusia mengembangkan mesin sarananya untuk berusaha mencapai ujung-ujungnya, ia selalu menemukan bahwa ia telah melampauinya. Hal ini dikarenakan langit terus mengalami perentangan. Sehingga betapapun berkembangnya teknologi dan kemampuan manusia, ia tetap tidak akan mampu mencapainya karena cepatnya perentangan semesta.

Tantangan Alqur’an kepada semua manusia dan jin untuk menembus penjuru langit dan bumi tidak akan dapat mereka lakukan, karena mereka tidak akan bisa keluar dari langit dan bumi kecuali dengan kekuatan Allah SWT.

Jikalau Alqur’an dan hadis tidak menjelaskan kepada kita bahwa ada 7 langit berlapis-lapis, 7 lapisan bumi yang berposisi pada sentral atau titik nolnya, dan Ka’bah merupakan titik tengah antara 7 langit dan 7 bumi, maka selamanya manusia tidak akan mempunyai media untuk mengetahui hal itu, meskipun penelitian-penelitian tentang struktur dalam bumi telah membuktikan akan adanya 7 lapisan yang berbeda, bagian luar ditutupi bagian dalam lapisan yang lain, begitu juga dengan langit, saling berhimpitan, khususnya penelitian astronomi modern yang telah membuktikan dengan sejumlah data matematis bahwa alam kita ini bergaris kurva (munhani). Satu catatan ini cukup sebagai bukti penetapan bahwa 7 langit dan 7 bumi saling berhimpitan mengelilingi satu pusat yakni bumi itu sendiri, tepatnya di Ka’bah, dan Ka’bah merupakan poros atau titik tngah langit dan bumi.

Dari sini bisa ditangkap sekilas sebuah kemukjizatan saintis yang terdapat dalam hadis Nabi: (Baitullah) Al-Haram adalah tanah suci poros tujuh langit dan tujuh bumi. Juga dalam sabda: Baitul Ma’mur itu berhadapan dengan Mekah. Serta dalam deskripsi beliau yang dikutip oleh Al-Qurthubi dalam tafsirnya: Ada Baitullah di langit ketujuh itu yang persis di atas Ka’bah sehingga jika jatuh tentu ia akan jatuh di atas Ka’bah.

Pernyataan-pernyataan ini tidak mungkin muncul kecuali dari seorang nabi yang menerima wahyu dan mendapatkan ilmu pengetahuan dari Zat Pencipta tujuh langit dan tujuh bumi. 
 
Read More..

Misteri Tujuh Lapis Langit


“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu,” (QS. Al-Baqarah: 29)

“Lalu diciptaknNya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya…” (QS. Fussilat:12)
 
Ini berhubungan dengan perjalanan agung Rasullulah. Sebuah perjalanan spiritual lintas langit yang menakjubkan, dari bumi menembus tujuh lapis langit. Ya, apalagi kalu bukan peristiwa Isra’ dan miraj.

Lalu bagaimana persepsi anda tentang langit? Seberapa besar, seberapa jauh? Dimana letaknya? Berapa lama untuk mengarunginya? Nah, hikmah yang mesti kita ambil dari peristiwa isra miraj yang mengarungi tujuh langit adalah agar pemahaman kita lebih baik akan makna “Allah Maha Besar.” Langit adalah benda penuh misteri. Namun setidaknya, kita dapat menangkap sedikit informasi tentang langit sebagaimana yang tersebut oleh penciptanya dalam kitab suci.

Tentang Langit
Setidaknya ada dua buah versi pemahaman manusia tentang langit.
1. Langit Sughro (Langit Kecil)
2. Langit Kubro (Langit Besar)

Langit Sughro
Langit sughro adalah langit kecil, yaitu atmosfer yang menyelubungi bumi. Inilah pemahaman tentang langit versi pertama. Pemahaman ini berdasar pada ayat-ayat Al-Quran sbb:
“Dialah yang menurunkan air hujan dari langit,” (QS. Al-An’am:99).

“Demi langit, dzat yang mengembalikan,” (QS. At-Thariq: 11).

“dan langit sebagai atap…” (QS. Al-Baqarah: 22).

“yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis,” (QS. Al-Mulk: 3)

Keempat informasi tentang langit dalam ayat-ayat di atas, sama dengan ciri-ciri atmosfer bumi kita, yaitu:
  1. Atmosfer terdiri atas 7 lapis yaitu: Troposfer, Stratosfer, Ozonosfer, Mesosfer, Termosfer, Ionosfer dan Eksosfer
  2. Hujan turun dari awan yang membawa uap air. Ayat yang mengatakan “menurunkan air hujan dari langit”, menjelaskan bahwa posisi awan berada di langit, yaitu troposfer (lapisan atmosfer yang pertama)
  3. Atmosfer juga berfungsi sebagai atap pelindung dari benda-benda asing seperti batu meteor yang jatuh ke bumi. Benda asing yang menuju bumi akan terbakar karena gaya gesek berkecepatan tinggi dengan atmosfer. Selain itu, atomosfer juga melindungi dari sinar UV yang berbahaya bagi manusia. Itulah fungsi atmosfer sebagai atap, persis seperti yang tertuang dalam ayat yang mengatakan bahwa langit sebagai atap
  4. Atmosfer juga berfungsi sebagi dzat yang mengembalikan (QS. At-Thariq: 11). Ionosfer adalah lapisan atmosfer yang berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Gelombang pemancar radio dari bumi naik ke atas, dan oleh Ionosfer dikembalikan lagi ke bumi. Itulah mengapa kita dapat mendengarkan siaran radio dari belahan bumi lain seperti BBC London dsb. Hujan, juga pada dasarnya merupakan proses pengembalian air ke bumi. Uap air dari bumi naik ke atmosfer, lalu dikembalikan lagi ke bumi. Jelasnya, atmosfer berfungsi sebagai lapisan yang “mengembalikan” sebagaimana dalam ayat “Demi langit, dzat yang mengembalikan”.

Langit Kubro
Selain pemahaman tentang langit yang diartikan sebagai atmosfer bumi, langit adalah alam semesta yang lebih luas dari sekedar atmosfer. Hal ini tertuang dalam ayat sbb:

“Dan Kami hiasai langit yang dekat dengan bintang-bintang,” (QS. Al-Mulk)

“Demi langit yang mengandung bintang-bintang” (QS. Al-Buruj)

Bintang terletak di luar atmosfer bumi. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan bumi, dan jauh lebih besar dari bumi. Bintang-bintang di alam semesta membentuk kelompok bintang yang disebut dengan Galaksi. Galaksi kita bernama Bima Sakti yang memuat sekitar 100 milyard bintang-bintang. Bentuknya seperti cakram dengan diameter 80.000 tahun perjalanan cahaya. Kecepatan cahaya adalah 300.000 km/detik. Jadi, 80.000 tahun cahaya = 80.000 x 365 x 24 x 60 x 60 x 300.000 km, Subhanallah

Lebih mengagumkan lagi, ternyata galaksi juga jumlahnya luar biasa banyak. Sekitar 100 milliar galaksi akan membentuk cluster galaksi. Bayangkan, betapa besarnya cluster galaksi ini! Anda bisa hitung berapa banyak bintang-bintang yang ada di sebuah cluster galaksi? Subhanallah… Inilah bukti kebesaran Allah.

Cluster galaksi pun banyak jumlahnya. Nah, bintang-bintang yang tak terhitung banyaknya itulah yang menempati langit (QS. Al-Buruj). Subhanallah, betapa luasnya langit…

Tentang Tujuh Langit
Sang Maha Pencipta secara tegas menginformasikan bahwa langit berjumlah tujuh. Untuk pemahaman langit versi pertama (Langit sughro), yang mendefinisikan langit adalah atmosfer, maka jelas bahwa yang dimaksud tujuh langit adalah lapisan-lapisan atmosfer yang berjumlah tujuh buah itu. Bagaimana dengan tujuh langit kubro? Inilah yang masih menjadi misteri besar bagi manusia. Ada beberapa pemahaman tentang ini. Ada yang memahami bahwa langit kubro ini juga secara fisik berlapis-lapis, sebagaimana langit sughro.

Ada juga yang memahaminya bukan sebagai lapisan fisik, tapi lapisan dimensi sebagaimana terdapat dalam buku Terpesona di Sidratil Muntaha, karya Agus Mustofa. Jika langit kubro pertama yang kita tempati berdimensi 3, maka langit ke-2, 3, 4 dst adalah alam berdimensi 4, 5, 6 dst. Pemahaman versi ini mengatakan bahwa manusia hidup di langit dimensi 3, jin hidup di alam langit dimensi 4, arwah orang awam hidup di alam langit dimensi 5, arwah para aulia, syuhada, malaikat, dan para nabi hidup di alam langit dimensi yang lebih tinggi tergantung kedudukannya. Waktu peristiwa isra miraj, nabi bertemu dengan beberapa nabi di berbagai lapisan langit. Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim di langit ke tujuh, bertemu Nabi Musa di langit ke enam. Juga bertemu dengan nabi Adam, Nabi Yusuf di lapisan langit-langit lainnya. (Agus Mustafa, Terpesona di Sidratil Muntaha).

Penghuni langit berdimensi lebih rendah tidak dapat melihat penghuni langit berdimensi lebih tinggi. Tapi penghuni langit berdimensi lebih tinggi dapat melihat penghuni langit yang berdimensi lebih rendah. Itulah sebabnya:

  • Manusia tidak dapat melihat jin tapi jin dapat melihat manusia
  • Kita tida bisa mendengar rintihan arwah yang sedang disiksa, tapi arwah dapat mendengar bunyi alas kaki para pengantar jenazahnya
 
Bagaimanapun, tentang tujuh langit adalah misteri. Hanya Sang Khalik yang tahu pasti. Wallahu alam bishowab.
 
Read More..

Akhir Alam Semesta Dalam Al-Quran

akhir alam semesta_islampos

“(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya”. (Q.S.Al-Anbiya 104).

DAHULU, ketika Al-Qur’an al-Karim yang merupakan firman Allah SWT ini diturunkan, tidak ada seorang manusia pun yang mengetahui akhir alam semesta ini dan bagaimana bentuknya. Akan tetapi, Al-Qur’an kemudian mengisyaratkan kepada kita akhir alam semesta ini dengan firman Allah SWT.

Dari ayat ini, para ulama berpendapat bahwa alam semesta ini nantinya akan kembali seperti sedia kala, ada dan akan berakhir.

PENJELASAN AYAT
Coba perhatikan lagi bunyi ayat tadi.  Ayat itu berbicara tentang akhir alam semesta, bahwa Allah SWT akan menggulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas tertulis. Kata as-sijil yang ada dalam ayat itu berarti apa yang bisa dijadikan wadah untuk menulis seperti kertas, kulit, atau tulang. Arti al-kutub adalah tulisan yang terdapat dalam sijil tadi.

Allah SWT mengumpamakan langit dengan lembaran yang tertulis, dan mengumpamakan bintang dengan huruf-huruf yang tertulis dalam lembaran-lembaran itu, ketika lembaran (atau langit) ini digulung,  maka huruf dan kalimat-kalimat (bintang, planet dan semua penciptaan langit) secara otomatis tergulung juga.

Perumpamaan yang diberikan oleh  Allah SWT ini bertujuan memberi pemahaman terhadap akal kita yang terbatas, sementara fenomena yang terjadi lebih besar dari penafsiran di atas.

FAKTA ILMIAH
Para ulama dan ilmuwan modern berpendapat bahwa alam semesta ini memiliki permulaan dan akhir. Steven Hawkin, ilmuwan yang banyak dikagumi saat ini, menyatakan bahwa kita harus mengambil pelajaran dari perjalanan ilmiah ini, yaitu akan adanya awal dari sebuah zaman. Sebagaimana juga ilmuwan lainnya, mengatakan bahwa alam ini memiliki akhir. Para ahli astronomi berpendapat bahwa alam semesta ini kelak tak terelakkan dari krisis besar.

SISI ILMIAH MUKJIZAT AL-QUR’AN
Nah, percayakah kita tentang kebenaran Al-Qur’an sebagai wahyu dari Allah SWT? Ternyata, Al-Qur’an sejak ribuan tahun silam, telah menyatakan bahwa alam semesta ini kelak memiliki akhirnya. Inilah mukjizat Al-Qur’an yang tak mungkin diciptakan oleh manusia.
 
Read More..
 
bikintau