bikintau Headline Animator

Subscribe via email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 

Kiamat, yang Ditanya Tidak Lebih Tahu daripada Si Penanya

Ilustrasi-Kiamat
MANUSIA sering bertanya-tanya mengenai waktu kiamat. Mereka melontarkan pertanyaan kepada Rasulullah saw, dan datanglah jawaban dari Zat yang menurunkan Al-Qur’an bahwa sesungguhnya kiamat itu adalah hal yang gaib, dan waktu terjadinya hari kiamat adalah salah satu ilmu khas Allah. Firman Allah :
Manusia bertanya kepadamu mengenai hari kebangkitan. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kebangkitan itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari kebangkitan itu sudah dekat waktunya.
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari kebangkitan : Kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya). Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut akan (hari kebangkitan).” 
Pengetahuan semacam ini tak diketahui oleh malaikat dan nabi. Karena itu, Rasulullah saw menjawab saat Jibril bertanya kepadanya mengenai hari kiamat, “Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari si penanya.”
Jadi, upaya membahas masalah ini dan menduga kiamat akan terjadi pada tahun tertentu secara pasti berarti membuat dusta atas nama Allah tanpa pengetahuan.
Orang yang melibatkan diri dalam masalah ini menyalahi manhaj (jalan) qurani dan nabawi yang membimbing manusia untuk meninggalkan pembahasan masalah kiamat, serta mengajak manusia untuk mempersiapkan diri menyongsong kiamat dengan iman dan amal saleh.
Orang-orang yang meneliti masalah kaiamat menduga bahwa mereka dapat mengetahui apa yang tidak diketahui Rasulullah SAW dan jibril. Penulis mengatakan kepada mereka : seyoganya kalian meneladani Rasulullah SAW, sahabat dan para ulama sepanjang sejarah. Jikalau dalam pengatahuan kapan terjadinya kiamat terdapat kemaslahatan dan kebaikan bagi manusia, Allah tentu akan menginformasikannya kepada manusia. Tetapi, Allah tidak melakukannya, dan di situlah letak kemaslahatan bagi manusia.
Seyogyanya juga generasi mendatang mengambil pelajaran dari genarasi sebelumnya. Sebagian generasi masa lampau menyibukkan diri dalam masalah kiamat. Mereka menentukan waktu tertentu terhadap kiamat atau sebagian tanda-tanda yang menunjukkan waktu kiamat telah dekat. Lalu saat waktu tersebut tiba, tidak terjadi sesuatu apapun, baik kiamat atau tanda kiamat.
Di antara mereka ini adalah ath-Thabari, semoga Allah mengampuninya. Beliau menyimpulkan dari beberapa nas bahwa dunia akan berakhir setelah lima ratus tahun dari masa Nabi. 

Sumber: “Ensiklopedia” Kiamat, Karangan: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, Penerbit Serambi
Read More..

Jika Banyak Orang Mati Mendadak

Two feet of a dead body
DI zaman ini, banyak kita temui beberapa kasus orang mati mendadak. Pagi harinya kita berbincang-bincang hangat dengan dia, sore harinya tiba-tiba datang berita kematiannya dengan tiba-tiba. Atau seseorang yang sedang tersenyum di depan kita, tiba-tiba memagang dada agak kesakitan kemudian tergeletak dan tidak bangun lagi untuk selamanya. Atau kasus pemain bola yang sangat lincah, berlari dengan kencang , tiba-tiba terduduk diam kemudian ia tidak akan lari lagi untuk selamanya.
Penyebab kematian mendadak dan cepat juga banyak ditemui di zaman ini. Wabah mematikan, penyakit serangan jantung, stroke dan lain-lain. Ini merupakan salah satu tanda akhir zaman.
Hadits mengenai hal ini
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salla, bersabda,
إِنَّ مِنْ أَمَارَاتِ السَّاعَةِ …أَنْ يَظْهَرَ مَوْتُ الْفَجْأَةِ
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah…munculnya kematian mendadak.” [1]
Bahkan kematian mendadak juga menimpa hewan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اُعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِيْ، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيْكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِيْنَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُوْنُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي اْلأَصْفَرِ، فَيَغْدِرُوْنَ فَيَأْتُوْنَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِيْنَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اِثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.
“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari Kiamat: (1) wafatku, (2) penaklukan Baitul Maqdis, (3) wabah kematian (penyakit yang menyerang hewan sehingga mati mendadak) yang menyerang kalian bagaikan wabah penyakit qu’ash yang menyerang kambing, (4) melimpahnya harta hingga seseorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, (5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan (6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asfar (bangsa Romawi), namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar pasukan. Setiap kelompok itu terdiri dari 12 ribu orang.” [2]
Apakah tanda husnul khatimah atau su’ul khatimah?
Kematian mendadak bukan tanda keduanya, karena kematian mendadak bisa menimpa seorang muslim ataupun kafir. Akan tetapi kematian mendadak bisa jadi bentuk nikmat dari Allah kepada seorang mukmin.
Dari ‘Aisyah bahwasanya Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
موت الفجأة راحة للمؤمن وأخذة أسف للكافر
“Kematian mendadak adalah istirahat bagi mukmin dan penyesalan bagi orang kafir”[3]
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
جاء في بعض الأحاديث ما يدل على أن موت الفجأة يكثر في آخر الزمان، وهو أخذة غضب للفاجر، وراحة للمؤمن، فقد يصاب المؤمن بموت الفجأة بسكتة أو غيرها ويكون راحة له ونعمة من الله عليه؛ لكونه قد استعد واستقام وتهيأ للموت واجتهد في الخير فيؤخذ فجأة وهو على حال طيبة على خير وعمل صالح، فيستريح من كرب الموت وتعب الموت ومشاق الموت، وقد يكون بالنسبة إلى الفاجر قد يقع هذا بالنسبة إلى الفجار وتكون تلك الأخذة أخذة غضب عليهم، فوجؤوا على شر حال.
“Pada sebagian hadits terdapat dalil mengenai kematian medadak yang akan banyak pada akhir zaman. Yaitu penyesalan bagi orang fajir dan istirahat bagi orang mukmin. Terkadang seorang mukmin tertimpa dengan kematian mendadak seketika, ini adalah bentuk istirahat dan kenikmatan dari Allah. Akan tetapi tentu saja ia sudah menyiapkan (amal shalih), istiqamah dan bersiap-siap menghadapi kematian dan bersungguh-sungguh dalam kebaikan, kemudian ia meninggal dalam keadaan baik dan melakukan amal shalih. Maka ia istirahat dari beban dunia, kelelahan dan penderitaan sakratul maut. Terkadang juga menimpa orang fajir, maka ini menjadi penyesalan baginya, meninggal mendadak dalam keadaan buruk.”
————————————-
[1] HR. Thabrani; Dhiya’ Al-Maqdisi; dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami, no: 5775
[2] HR. Al-Bukhari no. 3176
[3] HR. Ahmad dan Ibnu Syaibah dalam Mushannafnya

Read More..

Diangkatnya Ilmu, dan Tinggallah Orang-orang Bodoh

baca-quran1-268x300
Selama ini pernahkah kita merenung sudah berapa ulama yang benar-benar memperjuangkan Islam dan ilmu agama dengan sungguh-sungguh telah tiada? Dan sudah berapa banyak yang mampu menjadi pengganti mereka pada saat ini? Bagaimana ilmu agama dan kebenaran dapat terus hidup jika para ulama benar-benar sudah tidak ada, dan karya besar mereka sudah dilupakan?
Kita sudah tahu bahwasannya ulama adalah pewaris para nabi, namun bagaimana ilmu yang telah diajarkan oleh para nabi tersebut dapat diamalkan, sedangkan umat saat ini sudah jauh dari tuntunan ulama. Inilah salah satu fenomena yang pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW bahwa menjelang hari kiamat ilmu akan lenyap dari muka bumi.
Ibnu Majah meriwayatkan dari Abdullah, Rasulullah SAW bersabda:
“Menjelang kiamat akan ada beberapa masa, di mana ilmu dicabut, lalu diturunkanlah kebodohan, dan terjadi banyak kerusuhan. Adapun kerusuhan itu adalah pembunuhan.”
Ini semua menunjukkan, bahwa suatu saat nanti (mungkin sekarang) ilmu akan dicabut dari umat manusia di akhir zaman, sehingga Al-Quran pun akan lenyap dari mushaf-mushaf dan dari dalam hati manusia. Akhirnya manusia tidak memiliki ilmu, yang ada hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang sudah lenjut usia. Mereka mengeluh dan menyatakan bahwa mereka hanya bisa mengucapkan “La ilaha illallah.” Padahal mereka mengucapkannya hanya sekedar ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun demikian ucapan itu berguna bagi mereka, sekalipun mereka tidak pernah melakukan amal saleh dan tidak memiliki ilmu yang bermanfaat, selain ucapan saja.
Kalau ada pendapat yang mengatakan, bahwa ucapan mereka itu dapat menyelamatkan diri mereka dari neraka, boleh jadi maksudnya adalah, bahwa kalimat tauhid itu mencegah mereka masuk neraka sama sekali. Karena kewajiban mereka hanya sekedar mengucapkan kata-kata itu, sebab mereka tidak lagi dibebani melakukan amlan-amalan yang seruannya tak pernah sampai kepada mereka.
Adapun yang dimaksud disini adalah, bahwa ilmu akan dicabut pada akhir zaman dan akan terjadi banyak kebodohan. Selain itu sabda Rasul dalam hadits di atas adalah pemberitahuan tentang bakal diturunkannya kebodohan. Yakni bahwa orang-orang yang hidup di zaman itu akan diilhami kebodohan, yang berarti ketidak pedulian Allah SWT terhadap mereka.
Kemudian mereka akan tetap dalam keadaan seperti itu, bahkan semakin bodoh dan sesat, sampai dengan berakhirnya kehidupan dunia dan kehancuran alam semesta. Sebagaimana yang dinyatakan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan terjadi kiamat pada seorang pun yang mengucapkan ‘Allah, Allah,’ dan tidak akan terjadi kiamat kecuali atas manusia-manusia yang jahat.” 

Read More..

Hancur Leburnya Bumi dan Gunung-gunung di Akhir Zaman

Ilustrasi

Allah SWT memberi tahu kita bahwa bumi kita yang tenang ini dan gunung-gunung yang menancap dan kokoh di atasnya, pada hari kiamat, ketika sangkakala ditiup, menjadi hancur lebur sekaligus.
“Apabila sangkakala ditiup satu kali, dan bumi serta gunung-gunung diangkat lalu dibenturkan sekaligus (hingga hancur), maka pada hari itu terjadilah kiamat,” (QS. az-Zumar: 67).
“Janganlah begitu. Ingatlah, ketika bumi benar-benar digempur hingga hancur lebur,” (QS. al-Fajr: 21).
"Ketika itu, gunung-gunung yang kokoh dan keras ini berubah menjadi pasir yang halus, sebagaimana dikatakan Allah SWT, “Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan gunung-gunung menjadi gundukan pasir yang berterbangan,” (QS. al-Muzzammil: 14).
"Pada bagian lain, Allah menggambarkan bahwa gunung-gunung itu menjadi seperti wol, yaitu bulu domba. “Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu domba,” (QS. al-Ma’arij: 9).

Kemudian Allah SWT memusnahkan gunung-gunung ini dan meratakan bumi hingga tidak ada tempat yang menonjol dan tidak ada pula yang legok. Al-Qur’an menggambarkan pemusnahan gunung-gunung itu dengan ungkapan, pada satu tempat, menerbangkannya dan, pada tempat lain, menghancur leburkannya.
“Dan apabila gunung-gunung diterbangkan,” (QS. at-Takwir: 3).
“Dan gunung-gunung diterbangkan, maka gunung-gunung itu menjadi fatamorgana,” (QS. an-Naba: 20).
“Dan apabila gunung-gunung telah dihancurleburkan,” (QS. al-Mursalat: 10).
Kemudian Allah menjelaskan keadaan bumi setelah gunung-gunung diterbangkan dan dihancurleburkan. “Dan pada hari Kami terbangkan gunung-gunung dan kamu lihat bumi itu jelas,” (QS. al-Kahf: 47). Yakni, jelas tanpa tonjolan dan lekukan, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah yang lain, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung. Katakanlah, ‘Tuhanku akan benar-benar menghancurleburkannya, lalu dibiarkan-Nya menjadi tanah kosong Kamu tidak melihat ada lekukan di sana,” (QS. Thaha: 105-107)

Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi
Read More..

Terpaksa Bayar Zakat jadi Salah Satu Ciri Kiamat Sudah Dekat

zakat
Pada dasarnya seharusnya seseorang bersikap sangat mudah dan ikhlas membayar zakat harta, emas, benda, dan zakat lainnya. Karena zakat memberikan banyak manfaat, berkah dan menjadi pembersih harta dan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dan pada akhir zaman nanti yang menjadi salah satu tanda bahwa hari akhir sudah semakin dekat adalah orang – orang akan merasa sangat sulit sekali dan terpaksa dalam membayar zakat. Sifat kikir dan pelit semakin menguasai diri setiap orang. Orang – orang kaya akan menganggap membayar zakat sebagai hutang yang dengan sangat berat hati harus dilunasi jumlahnya. Orang – orang tersebut tidak mendapat pahala dan ridho dari Allah SWT., karena mereka melakukan zakat dengan hati yang terpaksa bukan dengan hati dan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT.
Sumber : Kiamat Sudah Dekat? Penulis : Dr. Muhammad al-‘Areifi, Maret 2011, Qisthi Press, Jakarta.
Read More..

Suami Takut Istri dan Durhaka Kepada Orang Tua jadi Tanda Semakin Dekatnya Kiamat

tangisan ibu
Seringkali kita melihat seorang suami yang lebih sayang terhadap istrinya dibanding kepada ibunya. Dan para suami lebih merasa takut terhadap istrinya dan durhaka kepada ibunya. Hal seperti ini sudah menjadi fenomena yang tak asing lagi terlihat dan menjamur di berbagai kalangan. Ini adalah salah satu tanda-tanda akan datangnya Hari Kiamat.
Bukti nyata dari pernyataan diatas adalah seringnya seorang ibu yang tinggal sendiri di rumah menikmati masa tuanya tanpa ditemani oleh anak-anaknya. Saat orang tua sudah tak mampu melakukan semuanya sendiri, anak-anak nya tega membiarkan sang ibu bersusah payah. Padahal dari lubuk hati yang paling dalam pasti orang tua menanti dan mengharapkan untuk dijenguk, dikunjungi, dan bisa menghabiskan masa tuanya bersama anak-anak dan cucunya yang tercinta. Namun anak itu kerapkali mengabaikan dan terlalu sibuk dengan urusannya sendiri.
Seharusnya sebagai seorang anak, kita harus bisa membahagiakan orang tua selagi masih ada. Merawatnya, menjaganya, memperhatikannya, memberinya kasih dan sayang dengan ikhlas dan penuh kesabaran sebagaimana orang tua kita dulu memperlakukan kita saat masih kecil.
Diriwayatkan Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila harta rampasan perang (al-Fai’) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya, seorang suami takut kepada istrinya dan durhaka terhadap ibunya, dan seseorang lebih dekat kapada temannya daripada ayahnya sendiri.”
Sungguh! Penyesalan selalu datang diakhir. Oleh karena itu selalu berbuat baiklah terhadap siapapun dan kapanpun dimanapun, karena tidak ada yang bisa mengetahui apa yang akan terjadi 5 menit kedepan kecuali hanya Allah SWT.
Sumber : Kiamat Sudah Dekat?/Dr. Muhammad al-‘Areifi/Qisthi Press/Jakarta/Maret 2011.

Read More..

Digulungnya Matahari, Gelapnya Bulan, dan Jatuhnya Bintang-bintang pada Akhir Zaman

matahari bumi bulan
Matahari yang terbit setiap pagi, yang menerangi bumi dengan cahayanya dan memberi kita sinar dan energi yang dibutuhkan oleh mata dan tubuhkita serta dibutuhkan oleh makhluk hidup yang melata dan tumbuhan yang tumbuh di bumi ini, paa hari kiamat akan dilipat dan digulung, dan hilanglah cahayanya. Allah SWT berfirman, “Apabila matahari telah digulung,” (QS. at-Takwir: 1).
Bulan, yang kita lihat sebagai bulan sabit di awal setiap bulan dan kemudian berkembang sampai menjadi bulan purnama nan indah, yang menemani para musafir ketika berjalan di malam hari, yang para pujangga menyenandungkan keindahannya, pada hari kiamat akan menjadi gelap dan cahayanya pun sirna. “Apabila mata telah terbelalak, dan bulan telah padam,” (QS. al-Qiyamah: 7-8).
Bintang-bintang yang bertaburan di langit biru jatuh berguguran:
“Dan apabila bintang-bintang berguguran,” (QS. al-Infithar: 2).
“Dan apabila bintang-bintang menukik turun,” (QS. at-Takwir: 2).
Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi
Read More..

Banyaknya Buku Bacaan selain Al - Qur'an Merupakan Ciri Dekatnya Hari Akhir

buku12
Rasulullah SAW bersabda, “Di antara tanda semakin dekatnya Kiamat adalah diangkatnya orang – orang jahat, disingkirkannya orang-orang baik, kata-kata kotor mulai banyak diucapkan, amal dibagus-baguskan, dan kejelekan menyebar luas.” Abdullah ibn Amr lalu bertanya kepada Rasulullah SAW, “Apa yang dimaksud dengan kejelekan?” beliau menjawab, “Semua yang ditulis selain Al – Qur'an.”
Dengan beredar dan semakin banyak nya buku yang tercetak selain Al-Qur'an merupakan salah satu tanda semakin dekatnya hari akhir atau hari kiamat. Hal ini sangat jelas terlihat pada hadits diatas. Animo kegemaran masyarakat lebih suka dan condong membaca buku-buku, bukan Al-Qur'an. Sehingga akhirnya buku-buku ini banyak dicetak, dibeli, dan didistribusikan di toko-toko melebihi Al-Qur'an. Masyarakat menjadi lebih sering membaca buku dibandingkan membaca Al-Qur'an yang merupakan pedoman hidup umat islam. Yang berisi firman-firman Allah SWT dan sebuah peninggalan Rasullah SAW yang sampai saat ini masih terjaga keaslian dan kemurniannya. Padahal ilmu untuk kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat semuanya telah tercantum dalam Al'Qur'an. Sangat disayangkan pada orang-orang zaman sekarang yang sangat sulit sekali untuk membaca ayat Al-Qur'an walaupun hanya sebatas satu dua ayat saja. Selain mendapatkan banyak ilmu, ketika membaca Al-Qur'an juga akan mendapat banyak pahala dari setiap huruf hijaiyah yang dibacanya. Dan akan menambah pahala orang yang mendengarnya. Apalagi orang yang membaca sekaligus akan mendengarnya.
Sumber : Kiamat Sudah Dekat/Dr. Muhammad al-‘Areifi/ Qisthi Press /Maret 2011/Jakarta
Read More..

Banyak Orang Gemuk Jadi Tanda Dunia Akan Berakhir

gemuk
Diriwayatkan dari Imran Ibn Husain RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Umatku yang terbaik adalah (umat) pada masaku, lalu (umat) setelah mereka, lalu (umat) setelahnya. Setelah itu, akan muncul satu kaum yang bersaksi namun tidak bisa dipercaya, berkhianat dan tidak bisa memegang amanah, bernazar namun tidak melaksanakannya, serta terlihat gemuk.”
Kegemukan  yang melanda sekarang ini mungkin disebabkan karena banyak orang yang serakah, kekayaan yang melimpah, terlalu banyak menikmati makanan dan minuman yang mudah tersedia, manisan, kudapan. Kemudian banyaknya makanan praktis dan serba instan, sehingga tidak perlu repot – repot untuk memasak. Kecanggihan tekhnologi pun menjadikan banyak orang yang malas untuk bergerak dan olahraga. Seperti menggunakan mobil maupun motor yang semakin memudahkan untuk bepergian kemana – mana.
Menurut survei, seperenam penduduk di dunia banyak yang mengalami kelebihan berat badan atau yang lebih dikenal dengan obesitas. Mangkanya sekarang ini telah banyak dibuka solusi – solusi alternatif untuk menurunkan berat badan, obat diet, operasi penyedotan lemak dan sebagainya mudah untuk ditemui di berbagai kota.
Sumber : Kiamat Sudah Dekat/Dr. Muhammad al-‘Areifi/ Qisthi Press /Maret 2011/Jakarta.
Read More..

Bencana Khasaf, Qadzaf dan Masakh pada Umat Islam di Akhir Zaman

akhir zaman.rk
Banyak tanda-tanda akhir zaman yang kini mulai terlihat, walau tak dapat dipungkiri pula bahwa masih ada tanda-tanda lain yang belum terungkap. Salah satu tanda akhir zaman, banyak melanda pada umat Islam. Umat Islam akan mengalami keterpurukan di akhir zaman, bahkan banyak orang yang tak mengerti makna dari Islam yang sesungguhnya. Tanda akhir zaman yang melanda umat Islam di akhir zaman ialah bencana khasaf, qadzaf dan masakh. Apakah itu?
Umat Islam akan mengalami bencana khasaf yakni lenyap di telan bumi,qadzaf yakni tuduhan atau fitnahan dan masakh yakni perubahan bentuk. Hal ini terjadi karena mereka berbuat dosa dan melakukan maksiat secara terang-terangan, seperti minum khamr, lelaki memakain sutera, zina, riba dan lain-lain yang merupakan penghalalan yang haram.
Dalam al-Mu’jam al-Kabir diriwayatkan dengan sanad shahih dari Sahl ibn Saad bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Di akhir zaman akan ada khasaf, qadzaf dan masakh, bila merebak musik, wanita penghibur dan khamar.”
Nah, tanda-tanda itulah yang kini mulai kita rasakan. Lalu, harus bagaimana kita mengatasinya? Anda tak perlu khawatir, Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman. Berdoalan untuk memohon perlindungan dari-Nya agar kita terhindar dari perilaku tersebut. Dan bantulah saudara kita yang tersesat agar kembali pada-Nya. Jangan karena ini sudah menjadi tanda-tanda yang diberitakan oleh Rasulullah lantas membuat kita lalai menjalankan amar makruf dan nahi mungkar.
Sumber: Ensiklopedia Kiamat/Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asykar/Penerbit: Serambi
Read More..
 
bikintau